Dari Lubang Tambang Terbengkalai Menjadi Danau Kumbara Destinasi Wisata Andalan Kota Bangun III

Danau Kumbara desa Kota Bangun III

KALTIMTALK.COM – Tidak ada yang menyangka, lubang raksasa bekas tambang di tengah Desa Kota Bangun III kini menjelma menjadi danau cantik yang dikelilingi pepohonan dan geliat ekonomi warga.

Danau Kumbara bukan hanya sekadar tempat wisata, tapi simbol perubahan dari masa lalu yang kelam menuju masa depan yang penuh harapan.

Inisiatif warga dan pemerintah desa sejak 2021 perlahan mengubah tempat ini menjadi ruang hidup baru, tempat bermain, berkumpul, dan bermimpi bersama.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengenang bagaimana kawasan tersebut dulunya ditinggalkan begitu saja setelah aktivitas tambang berhenti.

Air hujan yang menggenang bertahun-tahun perlahan membentuk danau alami. Melihat potensi itu, desa mulai membangun dari nol.

“Kami memulai dengan akses jalan sepanjang 800 meter. Lalu kami bangun aula serbaguna yang sekarang bisa menampung 200 orang. Itu jadi titik awalnya,” ungkap Lilik, Jumaat (2/5/25).

Perkembangan Danau Kumbara tak terlepas dari kolaborasi. Pada 2024, Dinas Pariwisata Kukar memberikan bantuan berupa tenda glamping dan perahu bebek berbahan fiber mendorong pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Kini, kawasan danau sudah dilengkapi, gazebo, toilet umum, hingga kios UMKM yang menjual aneka kuliner dan kerajinan warga.

Aula yang berdiri di tepian danau pun aktif dimanfaatkan, dari rapat desa hingga acara keluarga besar. Semua dikelola dengan sistem reservasi agar tertib dan nyaman.

“Siapa pun bisa pakai fasilitas di sini, tapi harus pesan dulu. Kami ingin semua pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Karena danau cukup dalam dan tidak sepenuhnya aman untuk berenang bebas, pihak pengelola menyediakan kolam renang anak sekitar 20 meter dari danau.

“Biar tetap bisa main air, tapi lebih aman dan mudah dipantau,” kata Lilik.

Semangat membangun Danau Kumbara bukan hanya soal mempercantik bekas tambang, tapi membuka kesempatan bagi warga untuk maju bersama.

Dari pengelolaan tiket hingga kios UMKM, semuanya melibatkan masyarakat desa.

“Harapan kami, Danau Kumbara ini bisa terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja dan menjadi kebanggaan desa,” tutupnya.

Danau Kumbara hari ini mungkin masih terus berbenah, namun jejak perubahannya sudah terlihat jelas. Dari lubang tambang yang dulu ditakuti, kini menjadi tempat yang dicari. (Adv/wo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *