Pelatihan Redkar Kukar: Membangun Kekompakan dan Kesiapsiagaan dalam Penyelamatan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, saat wawancara pada Sabtu 15 Maret 2025.

KALTIMTALK.COM – Pelatihan bagi relawan pemadam kebakaran kembali digelar dengan jumlah peserta yang bertambah menjadi 24 orang dari minggu sebelumnya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung kali ini bertujuan untuk membentuk kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, pelatihan teknik, keterampilan, serta ketahanan fisik menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

“Setelah kita selesai take pertama di minggu pertama Ramadan, mereka lanjut pelatihan untuk menghadapi stage ketiga dengan permainan yang berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, peserta akan mulai berlatih kembali pada malam besok guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan di minggu ketiga. Dalam latihan ini, mereka akan menghadapi tugas yang berbeda dengan sebelumnya.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan kepada para relawan standar operasional yang biasa dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dalam situasi darurat.

“Pelatihan ini mencakup teknik, keterampilan, kecepatan, serta kerja sama tim tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pada tahap ketiga pelatihan nanti, para relawan akan mendapatkan materi tentang penyelamatan korban dalam situasi darurat. Mereka akan mempraktikkan cara membawa korban, memperlakukan korban dengan benar, hingga melakukan bantuan pernapasan menggunakan boneka RJP.

“Kami ingin para relawan memahami bagaimana menangani korban secara tepat, termasuk teknik memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan lebih lanjut datang,”ungkapnya.

Kegiatan itu juga sekaligus menjadi bagian dari pembinaan relawan yang bertujuan membentuk mereka menjadi tenaga siap siaga dalam menghadapi berbagai kejadian darurat di lingkungan masing-masing.

“Kami tidak ingin hanya membentuk relawan tanpa adanya pembinaan. Harus ada hasil nyata dari pelatihan ini,”katanya.

Keberadaan relawan ini nantinya diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah mereka. Ia menyampaikan bahwa meningkatnya kesiapsiagaan, kejadian darurat dapat ditangani lebih cepat dan efektif.

Selain berperan dalam kebakaran, para relawan juga diharapkan bisa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya di desa atau kelurahan masing-masing.

“Para kepala desa juga bisa memanfaatkan keberadaan relawan ini untuk berbagai kegiatan sosial di masyarakat,” pungkasnya. (Hm/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *