Utamakan Pelayanan Publik, Pemkab PPU Masih Pertimbangkan Penerapan WFH Setiap Jumat

PENAJAM — Rencana penerapan work from home (WFH) setiap hari Jumat masih dalam tahap perumusan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah daerah menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak berdampak pada pelayanan publik.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pemerintah kabupaten memiliki tantangan berbeda dibandingkan pemerintah pusat maupun provinsi karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kalau untuk Kaltim mungkin tidak masalah, tapi kami di kabupaten ini yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Jangan sampai nanti ASN dianggap makan gaji buta,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).

Menurutnya, kebijakan WFH tidak bisa disamakan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota karena perbedaan fungsi dan tanggung jawab pelayanan.

“Kalau Kemendagri sifatnya koordinasi, provinsi juga tidak berhadapan langsung dengan masyarakat. Kami di kabupaten yang setiap hari melayani masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, wacana penerapan WFH juga berkaitan dengan isu efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM). Namun demikian, menurutnya masih ada alternatif lain yang lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Kalau terkait penghematan BBM, menurut saya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan,” jelasnya.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengaturan jam kerja ASN, di mana pelayanan tetap berjalan pada pagi hari, sementara pada siang hingga sore hari ASN diarahkan untuk terjun langsung ke masyarakat.

“Mungkin kita bisa efektifkan, misalnya dari jam 08.00 sampai Dzuhur ASN bekerja, setelah itu turun ke masyarakat untuk pendataan atau pembinaan sesuai bidangnya,” katanya.

Ia menilai skema tersebut justru lebih memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dibandingkan penerapan WFH penuh di hari Jumat.

“Kalau WFH hanya menghemat sekitar enam jam, tapi kalau ASN turun ke masyarakat setelah Dzuhur itu bisa sampai 16 jam” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan potensi dampak negatif jika WFH diterapkan setiap Jumat, termasuk menurunnya kehadiran ASN pada hari sebelumnya.

“Bahayanya kalau WFH di hari Jumat, hari Kamis ASN sudah banyak yang tidak masuk,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *