KALTIMTALK.COM – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke fasilitas Tachibana Waste to Energy di Jepang. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Kaltim sebagai bagian dari upaya mendorong solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan energi berkelanjutan di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan HIPMI Kaltim mempelajari sistem pengolahan sampah perkotaan yang diterapkan di Tachibana, mulai dari proses penerimaan sampah, pembakaran terkontrol menggunakan teknologi insinerasi modern, hingga pemanfaatan panas hasil pembakaran untuk menghasilkan energi listrik. Sistem ini dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi.
Ketua Umum BPD HIPMI Kaltim menilai konsep waste to energy yang diterapkan di Jepang menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat dikelola secara efektif apabila didukung teknologi dan tata kelola yang tepat.
“Apa yang kami lihat di Tachibana memberikan gambaran bahwa sampah tidak harus selalu menjadi beban lingkungan. Dengan teknologi yang tepat, sampah justru bisa diubah menjadi sumber energi dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan pengelolaan sampah di Kalimantan Timur semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, serta pembangunan di berbagai wilayah strategis. Kondisi tersebut menuntut adanya solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan adaptif.
“Kalimantan Timur membutuhkan terobosan dalam pengelolaan sampah. Pendekatan waste to energy ini menarik untuk dikaji dan disesuaikan dengan karakteristik daerah,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, timbulan sampah di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan setiap tahun. Di sejumlah daerah perkotaan, kapasitas tempat pembuangan akhir mulai terbatas, sehingga diperlukan alternatif pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien.
HIPMI Kaltim memandang pengembangan sistem waste to energy tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan sampah, tetapi juga berpotensi mendukung ketahanan energi daerah serta membuka peluang investasi baru bagi pengusaha lokal.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang ekonomi dan energi. Jika dikelola dengan baik, pengelolaan sampah bisa menjadi sektor usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Ke depan, HIPMI Kalimantan Timur berencana mendorong tindak lanjut dari hasil kunjungan tersebut melalui dialog dengan pemerintah daerah serta penjajakan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan penyedia teknologi.
“Kami berharap pembelajaran ini tidak berhenti sebagai studi banding. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman ini bisa diterjemahkan menjadi solusi konkret yang dapat diterapkan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Melalui kunjungan ini, HIPMI Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus membuka wawasan global, mendorong inovasi, serta memperkuat peran pengusaha muda dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(*)












