KALTIMTALK.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat layanan jemput bola melalui program door to door.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempercepat layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Menurut Iryanto, kebutuhan tenaga dalam pelaksanaan program ini semakin besar. Biasanya, layanan bisa dilaksanakan dengan empat orang, kini meningkat hingga dua belas orang dalam satu kali kegiatan. Ini sejalan dengan target pelayanan yang lebih luas.
“Dari bidang capil, kita tarik teman-teman dari sekretariat dan bidang lain yang ada ruang waktunya untuk ikut membantu door to door,” ujar Iryanto saat wawancara dengan awak media ini pada Senin (28/4/2025).
Ia menyebutkan bahwa pelayanan door to door membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Proses wawancara dengan warga saja membutuhkan beberapa menit, belum lagi hambatan seperti cuaca yang tak menentu.
“Kalau hujan, kita tunda dulu. Setelah reda baru lanjut. Bahkan kadang tetap jalan pakai jas hujan, karena kita harus tetap jalankan tugas,” terangnya.
Iryanto mengatakan seluruh upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Disdukcapil Kukar untuk memudahkan warga mengakses layanan kependudukan tanpa harus datang ke kantor.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga, pihaknya melakukan pelatihan singkat bagi staf dari berbagai bidang. Tidak hanya operator, sekretariat pun dilibatkan setelah diberi arahan teknis.
“Mereka kita latih dalam waktu singkat agar paham tugas di lapangan. Yang penting bisa menjalankan dengan tanggung jawab,” katanya.
Selain itu, Iryanto mengatakan pentingnya integritas selama program berlangsung. Ia memastikan bahwa seluruh pelayanan ini diberikan secara gratis, tanpa pungutan biaya apapun.
“Sudah jauh hari kita konfirmasi dengan camat, kepala desa, dan petugas desa. Warga juga sudah diinformasikan bahwa kegiatan ini gratis,” jelasnya.
Hal ini penting agar warga merasa nyaman dan tidak curiga saat petugas datang ke rumah mereka. Sosialisasi tentang layanan gratis ini terus disampaikan dalam setiap kunjungan.
Iryanto juga menyampaikan, petugas di lapangan harus memperkenalkan diri, menyampaikan surat tugas, dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut resmi dari Disdukcapil Kukar.
“Walaupun ada keterbatasan sumber daya manusia, Insyaallah kami tetap optimistis program ini berjalan maksimal,” pungkasnya.(Adv/hm)












