Pemkab PPU Percepat Operasional SPPG 3T, Ketersediaan Pangan Jadi Tantangan

PENAJAM – Keterbatasan pasokan bahan pangan, terutama ayam potong beku, menjadi salah satu tantangan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi ini juga menyulitkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk terlibat sebagai pemasok.

Asisten II Pemkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan ketersediaan ayam potong beku di wilayah Jenebora belum memadai. Pelaku usaha harus mendatangkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan SPPG.

“Kalau daerah Jenebora, kalau mau dapat pasokan ayam potong yang sudah beku tidak ada. Pasti dia akan pergi ke pasar-pasar tertentu, untuk stok-stok pangan di sana mengingat wilayahnya susah diakses,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Hadi, pelaku usaha lokal sebenarnya sudah mulai dilibatkan dalam penyediaan bahan pangan, termasuk ayam potong dan telur. Namun, khusus ayam potong, terdapat persyaratan penyediaan dalam kondisi beku yang belum dapat dipenuhi sebagian pelaku usaha setempat.

“Ada yang sudah bekerja sama dengan pelaku ayam potong, termasuk pelaku telur. Tapi memang syaratnya kan dia harus beku kalau ayam potong. Nah, sementara di kita ini habis potong langsung dijual, jadi belum dalam bentuk kemasan,” jelas Hadi.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong percepatan operasional SPPG di wilayah 3T untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak, balita, dan ibu menyusui.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah meresmikan 980 SPPG di wilayah 3T, termasuk di Jenebora, PPU. Hadi berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.

“Mudah-mudahan hadirnya SPPG ini dapat memberikan harapan nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di PPU,” ucapnya.

Saat ini, SPPG Jenebora telah resmi beroperasi. Selain Jenebora, terdapat sembilan wilayah lain yang menjadi sasaran operasional SPPG, yakni Pantai Lango, Sotek, Mentawir, Semoi II, Karang Jinawi, Wono Sari, Labangka, Bangun Mulya, dan Bukit Subur.

Hadi menyebut sebagian SPPG di wilayah 3T telah memiliki sarana dan prasarana yang siap digunakan. Pemkab PPU juga telah berkoordinasi dengan koordinator wilayah BGN agar jadwal operasional dapat dipercepat.

“Sebagian SPPG di wilayah 3T sudah siap sarana prasarana. Kami sudah koordinasi dengan Korwil BGN agar penjadwalannya bisa dipercepat, sehingga semua wilayah 3T bisa aktif,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *