PENAJAM – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dimanfaatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU untuk memperkuat gerakan hidup sehat bagi kelompok lanjut usia. Tahun ini, Dinkes PPU mengangkat kegiatan utama FUN WALK ELDER / Jalan Sehat Lansia 50+ dengan tema “Aku Sehat, Aku Kuat, Aku Bahagia” sebagai upaya mendorong lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif.
Sejak Sabtu (15/11) pagi, ratusan peserta memenuhi area kegiatan di Nipah-nipah . Ribuan kupon yang disediakan panitia habis terbagi, menandakan tingginya animo masyarakat, khususnya lansia, untuk turut serta dalam rangkaian kegiatan seperti jalan sehat, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penyuluhan kesehatan.
Di lapangan, petugas dari Dinkes PPU terlihat aktif melayani peserta pada beberapa pos pelayanan seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, edukasi pencegahan penyakit menular, serta konsultasi pola hidup sehat. Aktivitas ini bertujuan memberikan akses kesehatan langsung yang mudah dijangkau para lansia.
Kepala Dinkes PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, menyampaikan bahwa menempatkan lansia sebagai pusat kegiatan HKN bukan tanpa alasan. Lansia merupakan kelompok dengan risiko tinggi terhadap penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya.
“Lansia bukan sekadar kelompok yang membutuhkan perawatan. Mereka bisa tetap sehat dan mandiri jika diberikan ruang untuk bergerak, beraktivitas, dan mendapatkan edukasi kesehatan yang tepat. Karena itu, kami melibatkan mereka secara penuh dalam HKN ini,” ujarnya.
Selain mempromosikan kebugaran melalui jalan sehat dan senam, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan pencegahan penyakit TBC, deteksi dini penyakit kronis, serta pentingnya gizi seimbang bagi usia lanjut. Grace menilai pendekatan langsung kepada lansia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas penemuan kasus kesehatan.
“Upaya teman-teman di lapangan terus dilakukan, tetapi capaian penemuan kasus masih perlu ditingkatkan. Melalui momen seperti ini, kami ingin menambah pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini,” tambahnya.
Grace juga menegaskan bahwa edukasi kesehatan bagi lansia menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam menekan angka penyakit kronis yang cenderung meningkat di usia lanjut. Setelah HKN, Dinkes PPU akan melanjutkan program pembinaan dan pengecekan kesehatan rutin melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh kecamatan.
Ia berharap momentum HKN ke-61 menjadi titik perubahan cara pandang masyarakat terhadap lansia. “Jika lansia sehat, mereka bisa tetap produktif dan berperan dalam lingkungan sekitar. Ini bagian dari pembangunan kesehatan yang berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/DiskominfoPPU)












