PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk pengembangan Hutan Kota Kerangas di Kelurahan Nipah-Nipah. Upaya ini dilakukan karena anggaran daerah masih terbatas, sementara pengembangan kawasan konservasi tersebut dinilai mendesak.
Kepala DLH PPU, Safwana, mengatakan kondisi keuangan daerah tahun ini cukup berat akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
“Situasi anggaran kita memang sedang ketat, tapi pengembangan Hutan Kota tetap jadi prioritas,” ujarnya.
DLH menyiapkan usulan bantuan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terutama untuk penambahan fasilitas dan infrastruktur pendukung kawasan konservasi.
“Kami akan coba ajukan ke kementerian agar sarana dan prasarana di sana bisa ditambah,” tambahnya.
Rencana pengajuan bantuan tersebut direncanakan pada 2026. Namun, prosedur itu masih menunggu penyelesaian dokumen Detail Engineering Design (DED) dari Disperkimtan sebagai dinas yang membidangi kawasan tersebut.
“DED itu menjadi dasar utama untuk melampirkan usulan ke KLHK,” jelasnya.
Safwana berharap pemerintah pusat dapat memberi dukungan agar pengembangan Hutan Kota Kerangas bisa berjalan optimal.
“Mudah-mudahan usulan ini disetujui, karena kawasan itu penting untuk konservasi dan ruang hijau daerah,” pungkasnya.(Adv/DiskominfoPPU)












