PENAJAM — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Margono, mengungkapkan bahwa program peningkatan kapasitas UMKM pada tahun 2025 masih mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran daerah. Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan penguatan UMKM sebagai prioritas utama.
“Tahun ini target kami tidak terlalu banyak karena keterbatasan anggaran, tapi semangat untuk mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM tetap menjadi prioritas,” ujar Margono.
Menurutnya, pelatihan seperti sertifikasi halal dan berbagai program pembinaan tetap memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha. Selain meningkatkan kualitas produk, proses tersebut juga menuntut pelaku UMKM lebih tertib dalam administrasi usaha serta menerapkan standar higienitas.
“Melalui proses sertifikasi, pelaku usaha akan lebih tertib administrasi dan memperhatikan higienitas produk. Jadi proses produksi menjadi lebih baik dan terstandar,” terangnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Diskukmperindag sedang menyiapkan inovasi kebijakan berupa program pinjaman tanpa bunga (0 persen) bagi pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU.
“Kami sedang mendesain program pinjaman 0 persen. Targetnya paling lambat 2026 bisa terealisasi. Kami sudah berdiskusi dengan pihak perbankan dan tengah menyusun rancangan peraturan bupatinya,” jelasnya.
Margono menilai skema pembiayaan ini akan menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha namun tidak mampu mengakses pinjaman konvensional. Ia berharap program tersebut dapat memperkuat permodalan UMKM sehingga mampu naik kelas dan memperluas pasar. (Adv/DiskominfoPPU)












