KALTIMTALK.COM – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, menjadi tonggak awal pengelolaan sampah secara terintegrasi di wilayah Kecamatan Muara Muntai.
Keberadaan TPS 3R tersebut menjadi solusi alternatif dari keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis Muara Muntai yang didominasi perairan, sehingga menyulitkan pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyampaikan bahwa fasilitas TPS 3R yang dibangun ini bukan hanya melayani satu desa, melainkan akan digunakan secara bersama oleh empat desa sekaligus.
Hal ini merupakan bentuk kerja sama lintas wilayah untuk menanggulangi permasalahan sampah yang semakin kompleks.
“Pengelolaannya akan melibatkan empat desa, yakni Rebak Rinding, Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, dan Kayu Batu,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (1/8/2025).
Ia menjelaskan, saat ini pengelola TPS masih dalam tahap adaptasi untuk menguasai sistem dan alat yang tersedia.
Fokus utama akan diarahkan pada pengolahan sampah plastik yang sering mencemari lingkungan, khususnya di wilayah bantaran sungai dan kanal permukiman.
“Sampah plastik akan dihancurkan langsung di TPS 3R menggunakan alat yang tersedia,” lanjutnya.
Mulyadi juga menekankan bahwa dari empat desa tersebut, baru Desa Muara Muntai Ulu yang memiliki sistem sederhana pengelolaan sampah, yaitu melalui titik bakar kolektif.
Sementara itu, Desa Rebak Rinding sedang mempersiapkan lahan dan sarana pendukung agar bisa terlibat aktif dalam sistem pengelolaan yang baru ini.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa Muara Muntai belum memiliki TPA resmi, dan karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan, rencana jangka panjangnya adalah mengalihkan pembuangan akhir ke TPA Batubangun di Kota Bangun.
Ia menilai langkah ini perlu didorong melalui sinergi dengan pihak kabupaten agar realisasinya lebih cepat.
“Kalau soal TPA, kemungkinan besar diarahkan ke Kota Bangun. Karena kondisi lahan di Muara Muntai sangat bergantung pada alam. Sekarang saja, kami sedang menghadapi banjir,” tutupnya. (Adv/wo)












