KALTIMTALK.COM – Pemerintah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai merancang strategi pembangunan jangka panjang berbasis potensi lokal.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang selama ini terlalu bergantung pada sektor perikanan.
Ketergantungan tersebut dinilai berisiko karena hasil tangkapan sering kali tidak stabil akibat faktor alam dan cuaca ekstrem.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengungkapkan pentingnya diversifikasi ekonomi desa agar masyarakat tidak terus terpaku pada satu sumber penghidupan.
“Kalau hanya bertumpu pada perikanan, ketika hasil turun, ekonomi warga ikut terguncang. Jadi harus ada sektor lain yang dikembangkan,” jelasnya saat dikonfirmasi pada jumat (1/8/2025).
Beberapa desa disebut mulai mencoba sektor pertanian sebagai alternatif.
Pemerintah kecamatan mencatat bahwa inisiatif seperti di Desa Prian dan Desa Leka menunjukkan hasil yang menggembirakan, khususnya dalam budidaya buah semangka di lahan tinggi.
Meskipun demikian, pengembangan sektor ini masih terkendala sistem distribusi yang belum tertata dan minimnya pelatihan bagi petani.
“Kami melihat potensi pertanian ini cukup besar, tapi memang masih perlu dukungan di banyak aspek,” ujarnya.
Selain pertanian, sektor pariwisata juga mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru.
Wilayah Muara Muntai yang dikelilingi danau dan sungai memiliki potensi ekowisata, namun belum tergarap serius.
Mulyadi menilai, promosi dan pengelolaan yang terarah dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
“Banyak desa memiliki lanskap yang indah dan budaya yang kuat. Ini bisa jadi kekuatan ekonomi kalau dikelola dengan benar,” katanya.
Kondisi cuaca ekstrem dan banjir tahunan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi warga yang mencoba bertani.
Selain itu, minimnya data yang akurat tentang sektor pertanian membuat perencanaan jangka panjang menjadi sulit.
Pemerintah kecamatan kini menggalang sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan pelatihan, bantuan alat, hingga pemetaan potensi desa secara menyeluruh.
“Yang penting sekarang kita bergerak bersama, supaya potensi yang ada ini tidak terbuang sia-sia,” pungkasnya. (Adv/wo)












