Kecamatan Anggana Susun Skema Khusus Atasi Kekurangan Air Bersih di Desa Pesisir

Camat Anggana, Rendra Abadi. (Istimewa)

KALTIMTALK.COM – Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mencari langkah efektif untuk menjawab krisis air bersih yang masih dirasakan di sejumlah desa pesisir.

Pemerintah kecamatan kini menyiapkan skema penanganan yang menyesuaikan kondisi di setiap desa agar program berjalan tepat sasaran.

Camat Anggana, Rendra Abadi, menyebut bahwa persoalan air bersih di wilayah pesisir tak bisa dipukul rata.

Ia menilai perlunya pendekatan yang mempertimbangkan karakteristik wilayah, ketersediaan sumber air, dan kesiapan infrastruktur.

“Setiap desa punya karakteristik sendiri. Ada yang memang kesulitan air, ada juga yang butuh peningkatan infrastruktur. Jadi solusinya harus disesuaikan,” kata Rendra saat dihubungi pada Senin (21/7/2025).

Desa Sepatin saat ini menjadi salah satu prioritas utama dengan dukungan anggaran dari Pemkab Kukar.

Dana sebesar Rp5 miliar dialokasikan untuk membangun fasilitas tandon, saluran pipa, dan sambungan ke rumah warga agar kebutuhan air bersih bisa dipenuhi lebih stabil.

Adapun di desa Tani Baru dan Muara Pantuan, pemetaan potensi sumber air masih dilakukan secara detail.

Pemerintah kecamatan bekerja sama dengan instansi teknis agar rancangan pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

Selain membangun sarana fisik, Rendra menekankan pentingnya menjaga hasil pembangunan agar tidak cepat rusak.

Menurutnya, warga desa perlu diajak berperan aktif memelihara fasilitas air bersih yang sudah terbangun.

“Kalau masyarakat tidak merawat, berapa pun dana yang dikeluarkan tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Karena itu, pihak kecamatan juga menggalakkan kegiatan edukasi melalui penyuluhan tentang pola hidup bersih dan pengelolaan air yang hemat.

Kegiatan ini melibatkan kader desa dan tokoh masyarakat supaya pesan mudah diterima oleh warga.

Rendra berharap kerja sama antara pemerintah dan warga bisa membuat krisis air bersih di desa pesisir segera teratasi dan kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi.

“Air bersih ini kebutuhan mendasar, kami tidak ingin ada warga yang masih kesulitan mengaksesnya,” pungkasnya. (Adv/wo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *