Akses Jalan Tabang Perlahan Terbuka Desa Terpencil Segera Terhubung

Camat Tabang Rakhmadani Hidayat.

KALTIMTALK.COM – Setelah bertahun-tahun menanti akses jalan memadai, warga Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya mulai melihat harapan.

Sejumlah jalur yang selama ini sulit dilewati kendaraan karena kondisi medan dan keterbatasan infrastruktur, kini masuk prioritas pembangunan.

Camat Tabang Rakhmadani Hidayat menjelaskan, jalur utama menuju pusat kecamatan yang selama ini menjadi jalur vital bagi distribusi barang dan pelayanan pemerintahan, masih menyisakan sekitar tiga kilometer yang belum teraspal.

Ia memastikan sisa jalur tersebut sudah dalam proses lelang dan akan segera dibangun agar akses ke Tabang benar-benar terbuka penuh.

“Untuk sisa tiga kilometer jalur ke Tabang, alhamdulillah sekarang sudah masuk tahap lelang. Insyaallah segera dibangun,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Selain itu, Rakhmadani menambahkan, pembangunan juga menyasar akses ke lima desa terjauh yang berada di wilayah Sungai Lunuk.

Desa-desa ini selama ini menjadi daerah yang cukup terisolasi, terutama saat musim hujan ketika jalan tanah menjadi sulit dilalui.

Dengan rampungnya proses lelang, ia berharap pelaksanaan pembangunan di lapangan segera dilakukan agar masyarakat di desa terjauh dapat merasakan manfaat konektivitas yang sama.

“Informasi yang kami terima, jalur ke lima desa itu juga sudah selesai proses lelangnya. Tinggal pelaksanaan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, kondisi jalan yang minim membuat aktivitas pelayanan dasar pemerintah seperti distribusi sembako, penanganan kesehatan darurat, hingga akses pendidikan sering terkendala.

Beberapa desa seperti Umaq Bekuay dan Umaq Tukung bahkan masih sulit dijangkau mobil, memaksa warga mengandalkan kendaraan roda dua melewati jalur berlumpur atau menempuh perjalanan kaki.

Pihak kecamatan, kata Rakhmadani, terus mendorong percepatan pembangunan di jalur-jalur prioritas yang diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kukar.

Di antaranya jalur Umaq Bekuay menuju Bila Talang dan Umaq Tukung menuju abang Lama yang membutuhkan pembangunan jembatan masing-masing sepanjang 75 meter, sementara jalur Sidomulyo menuju Umaq Bekuay memerlukan jembatan yang lebih panjang lagi, mencapai 120 meter.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengalokasikan anggaran agar kebutuhan infrastruktur dasar tersebut tidak lagi tertunda.

Menurutnya, terbukanya jalan dan jembatan akan memengaruhi pergerakan roda ekonomi warga, mempermudah anak-anak sekolah, hingga mempersingkat waktu tempuh warga saat perlu mengakses layanan kesehatan.

“Kalau akses jalan dan jembatan terbuka, semua sektor ikut bergerak. Pendidikan, ekonomi, kesehatan semuanya lebih mudah dijangkau,” tegasnya.

Dengan proses administrasi yang hampir seluruhnya tuntas, ia optimistis pembangunan di Tabang akan berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Pihak kecamatan kini tinggal menunggu penjadwalan resmi dari dinas terkait dan memastikan masyarakat siap mendukung pekerjaan fisik di lapangan.

“Untuk waktunya kami masih menunggu informasi dari dinas terkait. Tapi yang jelas progresnya sudah berjalan,” pungkasnya. (Adv/wo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *