KALTIMTALK.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengevaluasi proyek pembangunan Jembatan Sebulu setelah ditemukan kendala serius di lapangan.
Kontraktor pelaksana dilaporkan mengalami kesulitan pendanaan sehingga proyek strategis tersebut terhambat dan terancam dialihkan ke pihak lain.
Jembatan yang berlokasi di Kecamatan Sebulu ini merupakan salah satu program prioritas dalam RPJMD Kukar 2021–2026.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperlancar konektivitas wilayah hulu dan hilir Sungai Mahakam, serta mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Camat Sebulu, Eddy Fachrudin, membenarkan bahwa pengerjaan proyek tidak berjalan sesuai harapan akibat masalah keuangan di pihak pelaksana.
“Informasinya memang kontraktor kekurangan modal. Kami dari kecamatan mendorong agar proses ini bisa segera dilanjutkan setelah evaluasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/6/2025).
Menurut Eddy, keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat Sebulu karena menjadi jalur utama pengangkutan logistik dan hasil panen.
“Manfaatnya besar, terutama untuk logistik dan hasil pertanian. Warga butuh akses yang cepat dan aman,” jelasnya.
Menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat soal progres pembangunan, pihak kecamatan telah menjalin koordinasi dengan dinas teknis untuk memberikan penjelasan resmi.
“Warga sempat bertanya-tanya kenapa lama. Kami sampaikan langsung ke dinas agar ada penjelasan resmi. Kalau lewat media sosial kadang simpang siur,” lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menyampaikan keluhan atau aspirasi melalui jalur yang telah disediakan agar proses penanganan lebih tepat sasaran.
“Saya terbuka. Kalau ada keluhan, sampaikan saja lewat forum desa atau kecamatan. Yang penting tetap sabar dan percaya bahwa ini sedang kita upayakan bersama,” pungkasnya. (Adv/wo)












