KALTIMTALK.COM – Pemerintah Kecamatan Tabang terus berupaya mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian kesenian tradisional. Hal ini disampaikan langsung oleh Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, saat wawancara pada Rabu (4/6/2025).
Menurut Rakhmadani, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa aktif melakukan koordinasi untuk memberdayakan para pelaku UMKM dan penggiat kesenian tradisional. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan adalah melalui kerja sama dengan organisasi desa seperti PKK.
“Pelaku-pelaku kesenian tradisional itu kami dukung melalui unit kerja dan kelompok-kelompok organisasi yang ada, seperti PKK dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis),” ujar Rakhmadani.
Ia menambahkan, kelompok darwis yang beranggotakan penggiat seni dan budaya lokal terus digerakkan agar kesenian tradisional tetap tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Tabang.
Rakhmadani menjelaskan bahwa pihaknya juga menyediakan wadah untuk mempromosikan hasil karya UMKM dan pelaku seni tradisional. Salah satu panggung utama yang dimanfaatkan adalah melalui kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) tingkat kabupaten.
“Kami ingin melalui kegiatan seperti HKG, para pelaku usaha tradisional bisa tampil dan dikenal lebih luas. Ini menjadi ruang untuk menampilkan potensi-potensi mereka,” katanya.
Dalam kegiatan HKG terbaru, pemerintah Kecamatan Tabang membawa serta kelompok pelajut dari Desa Buluk Sen yang dikenal dengan keahlian mereka dalam kerajinan tangan berbahan rotan.
Kelompok tersebut terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang secara aktif memproduksi anyaman rotan menjadi berbagai produk bernilai seni. Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan sekaligus bagian dari pelestarian tradisi lokal.
“Kami bersyukur kelompok dari Desa Buluk Sen bisa tampil di HKG. Ini jadi bukti bahwa pelaku UMKM di pelosok juga punya potensi besar,” ujar Rakhmadani.
Meski demikian, Rakhmadani tak menampik bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi UMKM di Tabang. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah.
Ia mengungkapkan, meski jumlah pengguna internet terus meningkat, infrastruktur jaringan belum bisa sepenuhnya mendukung.
Sinyal sering lambat, apalagi kalau cuaca buruk. Ini menyulitkan pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara online,” jelasnya.
Guna mengatasi hal tersebut, pihak kecamatan telah menjajaki penggunaan teknologi internet berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa desa bahkan telah mengambil inisiatif untuk mengadakan perangkat tersebut secara mandiri.
“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah desa bahwa Starlink bisa jadi solusi. Beberapa desa sudah memulainya,” tambahnya.
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran akses internet di daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik atau seluler stabil.
Dengan adanya koneksi internet yang lebih stabil, pemerintah berharap pelaku UMKM di Tabang bisa memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas, termasuk ke luar daerah bahkan luar negeri.
Ke depan, Kecamatan Tabang berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM dan penggiat kesenian tradisional.
“Kami dari pemerintah kecamatan akan mengupayakan dukungan baik dari sisi pembinaan, promosi, hingga infrastruktur digital, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Adv/hm)












