KALTIMTALK.COM – Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor di wilayah Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara.
Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara dengan awak media ini pada Rabu (4/6/2025).
Menurut Rakhmadani, pembangunan di Tabang secara umum telah mengikuti arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Dia mengatakan bahwa sebagian besar kecamatan memiliki arah dan template pembangunan yang serupa sesuai pedoman tersebut.
Namun demikian, lanjutnya, tantangan utama yang masih membayangi wilayah Tabang adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum merata. Ia menyoroti bahwa masih ada desa-desa yang terisolir karena keterbatasan akses jalan dan jembatan.
“Saya rasa seluruh kecamatan itu hampir sama dari sisi perencanaan, tetapi harapan kami di Tabang tetap fokus pada pembangunan infrastruktur jalan sebagai kunci utama pergerakan pembangunan,” ujar Rakhmadani.
Dirinya mengungkapkan bahwa beberapa desa di Tabang memang telah bisa diakses, namun belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda enam. Hal ini, menurutnya, sangat menghambat distribusi barang, layanan, serta mobilitas masyarakat.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah kecamatan, dan pihaknya telah berulang kali mengusulkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Mudah-mudahan anggaran kita cukup dan usulan ini bisa segera direalisasikan,” harapnya.
Beberapa desa yang disebut masih mengalami keterisolasian antara lain Desa Umaq Bekuai menuju Desa Bila Talang serta Desa Umaq Tukung menuju ke Desa Tabang Lama.
Rakhmadani menjelaskan bahwa meskipun desa-desa tersebut tidak sepenuhnya tertutup aksesnya, namun medan yang sulit membuat jalur transportasi tidak bisa dilalui kendaraan besar. Hal ini memperlambat arus pembangunan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Salah satu kebutuhan mendesak yang ia soroti adalah pembangunan jembatan di beberapa titik yang menghubungkan desa-desa tersebut. Ia menyebutkan bahwa bentangan jembatan yang dibutuhkan bervariasi, tergantung pada lokasi.
“Untuk Umaq Tukung ke Tabang Lama, bentangan jembatan yang diperlukan sekitar 75 meter,” jelasnya.
Hal serupa juga dibutuhkan di jalur penghubung antara Desa Umaq Bekuai dan Desa Bila Talang, yang memerlukan jembatan dengan panjang bentangan serupa, yakni sekitar 75 meter.
Sementara itu, untuk jalur dari Desa Sidomulyo menuju Umaq Bekuai, dibutuhkan jembatan dengan bentangan lebih panjang, yakni sekitar 120 meter.
Ia berharap perhatian dari pemerintah daerah bisa semakin besar terhadap persoalan ini karena dampaknya sangat signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat di pedalaman Tabang.
“Infrastruktur ini adalah harapan besar masyarakat. Kalau jalan dan jembatan bagus, semua sektor bisa bergerak. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, semuanya ikut terdampak positif,” pungkas Rakhmadani.(Adv/hm)












