KALTIMTALK.COM – Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyampaikan harapannya agar potensi wisata alam di wilayahnya mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan program pariwisata yang berkelanjutan.
Menurut Rakhmadani, Kecamatan Tabang menyimpan banyak potensi wisata alam yang belum tergarap secara maksimal. Beberapa spot wisata bahkan telah dikenal masyarakat lokal dan rutin dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Salah satu destinasi favorit masyarakat adalah Air Terjun Gong Pew. Lokasi ini sering menjadi tempat melepas penat bagi warga sekitar. Namun, fasilitas penunjang serta akses menuju ke sana masih tergolong minim.
“Setiap akhir pekan, banyak warga yang datang ke Air Terjun Gong Pew. Tapi akses jalannya belum bagus, dan pengelolaannya juga masih sangat terbatas,” ujarnya saat wawancara dengan awak media ini pada Rabu (4/6/2025).
Selain Gong Pew, ada pula air terjun yang terletak sebelum Desa Buluq Sen. Meski memiliki daya tarik serupa, air terjun tersebut belum dikelola secara optimal sehingga belum bisa memberikan manfaat ekonomi secara signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Kondisinya mirip, potensi ada tapi belum dimaksimalkan. Padahal, kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi warga dan desa,” tambah Rakhmadani.
Kendala utama dalam pengembangan wisata-wisata ini adalah terbatasnya infrastruktur, khususnya akses jalan yang memadai menuju lokasi wisata. Hal ini kerap menjadi hambatan bagi pengunjung.
Ia menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dan wisatawan dapat dengan mudah menjangkau lokasi-lokasi tersebut.
“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah daerah untuk memperkuat jalur-jalur menuju lokasi wisata, karena ini sangat penting untuk menunjang pengembangan pariwisata,” ungkapnya.
Selain akses jalan, fasilitas umum seperti tempat parkir, toilet, dan area istirahat juga dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Hingga saat ini, sebagian besar lokasi wisata belum memiliki fasilitas tersebut.
Rakhmadani menambahkan bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam membantu memetakan potensi, merancang strategi promosi, dan mendukung regulasi terkait pengelolaan wisata alam secara profesional dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk ikut serta dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata yang ada di Kecamatan Tabang.
“Kita perlu kerja sama semua pihak agar wisata ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Tabang,” ujarnya.
Dirinya optimistis, jika didukung dengan infrastruktur memadai dan pengelolaan yang profesional, wisata alam di Tabang dapat menjadi destinasi unggulan di Kutai Kartanegara.
“Kecamatan Tabang punya banyak potensi, tinggal bagaimana kita bersama-sama mendorongnya agar bisa berkembang dan memberi manfaat luas,” tutupnya.(Adv/hm)












