KALTIMTALK.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinda Desianti, mengajak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kukar untuk turut berkolaborasi membangun daerah.
Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII se-Kalimantan Timur ke-25 yang digelar di Gedung PC NU Tenggarong Seberang pada Senin (12/5/2025).
Rinda menyampaikan bahwa Bupati Kukar, Edi Damansyah, sangat mendukung keterlibatan pemuda, termasuk kader PMII, dalam pembangunan daerah.
Oleh keran itu, ia mendorong agar pengurus PMII Kukar menjalin sinergi dan kolaborasi aktif dengan perangkat daerah, khususnya Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar yang membawahi pembinaan kepemudaan.
Menurutnya, Dispora Kukar memiliki banyak program yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing generasi muda Kukar. Salah satu yang diunggulkan adalah Program Pelatihan Kewirausahaan, yang bertujuan mendukung pemuda dalam mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Dispora Kukar memiliki program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), yang menjadi wadah untuk melatih dan membina pemuda yang ingin terjun ke dunia usaha,”ujar Rinda.
Tidak hanya itu, Dispora Kukar juga fokus pada pembangunan karakter generasi muda. Program-programnya dirancang untuk mencetak pemuda yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa secara luas.
Berbagai lomba dan apresiasi juga rutin digelar untuk mendorong prestasi dan kreativitas pemuda Kukar. Di antaranya seperti ajang Duta Pemuda, Pemuda Berprestasi dan Inspiratif, Pemuda Kreatif, Pemuda Pelopor, hingga Wirausaha Muda Pemula Berprestasi.
Selain program internal, Dispora Kukar juga menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program kepemudaan yang lebih luas dan menjangkau berbagai organisasi kepemudaan di Kukar.
Rinda menjelaskan, program kepemudaan Dispora Kukar memiliki lima tujuan utama: membangun wadah pengembangan diri, mencetak generasi muda yang siap bersaing, meningkatkan karakter, mendorong wirausaha muda, dan mengapresiasi prestasi pemuda.
Ia juga menekankan pentingnya pemuda untuk adaptif dan tanggap terhadap perubahan global.
“Perubahan dan tantangan global harus menjadi perhatian serius kader-kader muda, termasuk PMII. Di era disrupsi, kita dihadapkan pada dinamika ekonomi, politik, dan teknologi yang cepat berubah,” jelasnya.
Dia menyebut, ketidakpastian global seperti perubahan iklim, revolusi industri 5.0, dan perkembangan teknologi menuntut pemuda untuk tidak hanya kuat, tapi juga cerdas dalam menyikapi perubahan.
“Pemuda hari ini harus mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan memberikan solusi,”imbuhnya.
Rinda mengungkapkan harapan agar pelatihan PKD ini mampu mencetak kader-kader PMII yang tangguh, kritis, dan responsif terhadap kondisi zaman. Tema PKD yakni “Penerapan Kader Mujahid Sebagai Kontrol Ekologis” dianggap sangat relevan dengan tantangan hari ini.
“Tema ini tidak hanya menyinggung aspek lingkungan, tapi juga bagaimana kader PMII mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat perbaikan dan pembangunan di berbagai bidang,” katanya.
Rinda juga mengajak seluruh peserta PKD agar mengikuti pelatihan ini secara serius. Ia menilai pelatihan ini menjadi titik awal penting untuk membentuk kader muda yang siap berkontribusi dalam membangun Kukar dan Indonesia.
“Kegiatan ini harus dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan memperluas jaringan. Jangan hanya hadir secara fisik, tapi benar-benar resapi dan pelajari setiap materi yang diberikan,” pesan Rinda.
“Kami berharap PMII terus konsisten dalam membina kader-kader muda yang berkualitas dan siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan keyakinan,”tutupnya.(Adv/hm)












