Kadis Kesbangpol Kukar Ajak Mahasiswa Bangun Jiwa Kritis dan Konstruktif

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti di cara PKD PMII ke-25, Senin 12 Mei 2025.

KALTIMTALK.COM – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rinda Desianti, mengajak mahasiswa untuk tidak terjebak dalam perbedaan ideologi politik yang dapat memecah belah.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-25 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kukar, Senin (12/5/2025).

Rinda menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi politik yang kadang membuat masyarakat terpecah terbelah hanya karena perbedaan warna atau pilihan politik.

“Sudah lah, soal perbedaan-perbedaan politik, perbedaan ideologi, itu yang kadang bikin kita saling berpecah,” katanya.

Menurutnya, selama 22 tahun berkecimpung dalam dunia birokrasi dan politik, ia menyadari pentingnya menjaga stabilitas politik di daerah. “Bukan karena takut, tapi saya harus menjaga kondisi realitas politik yang ada,” ujarnya.

Dia juga menyinggung bagaimana simbol-simbol seperti warna telah kehilangan makna netral nya karena dimaknai secara politis.

“Padahal warna itu tidak berideologi, tidak berkabis, kelamin, atau apapun. Tapi dalam realitas sosial, tafsirnya jadi berbeda-beda,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rinda berharap melalui pelatihan kaderisasi ini, PMII dapat melahirkan kader-kader muda yang kritis namun tetap berpikir terbuka. Ia menekankan pentingnya cara berpikir yang tidak sempit di kalangan mahasiswa.

“Harapannya, melalui nol PKD ini tumbuh sifat-sifat kritis yang sehat. Jangan sempit dalam berpikir. Harus terbuka dan dinamis,”ungkapnya.

Rinda juga menyatakan kesediaannya mendukung kegiatan mahasiswa, termasuk bila ada diskusi atau kegiatan besar yang melibatkan instansi instansi pemerintahan. “Saya sih senang-senang saja kalau misalnya ada diskusi besar, silakan ajak kami,”katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembangunan karakter dan mental, bukan hanya aspek fisik seperti pendidikan formal. Menurutnya, pendidikan itu penting, tapi karakter dan mental juga harus dibina.

Rinda menyatakan apresiasinya atas semangat para kader PMII Kukar. Dirinya menilai bahwa kehadiran PMII membawa warna baru dalam dinamika gerakan mahasiswa.

“Saya merasa PMII ini punya warna sendiri, dan itu penting untuk dinamika gerakan mahasiswa,” katanya.

Ia juga menyampaikan pandangannya tentang variasi cara mahasiswa menyuarakan pendapat, mulai dari diskusi hingga turun ke jalan. Baginya, semua bentuk gerakan itu sah, asal tujuannya membangun.

“Ada yang suka diskusi, ada yang turun ke jalan. Itu semua bagian dari dinamika. Dan sejarah 98 membuktikan kekuatan gerakan mahasiswa,”bebernya.

Di akhir sambutannya, Rinda menekankan pentingnya sikap kritis yang konstruktif dan komitmen membangun bangsa.

“Apapun organisasinya—PMII, HMI, GMNI, GMKI—yang penting adalah komitmen membangun bangsa, terutama Kalimantan Timur,” pungkasnya.(Adv/hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *