PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mencatat serapan gabah tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut pada musim tanam pertama 2025. Hingga awal Mei, sebanyak 4.429 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari petani setempat telah dibeli Perum Bulog.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Traso, mengatakan, tingginya angka serapan ini merupakan hasil dari kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan Bulog menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Total nilai serapan mencapai sekitar Rp28 miliar.
“Serapan ini sangat membantu petani. Tidak ada lagi alasan gabah tidak terserap karena sistemnya sudah sangat mudah. Cukup kirim ke pinggir jalan, Bulog yang jemput,” kata Andi Traso, Jumat (9/5/2025).
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Timur, capaian PPU terpaut jauh. Kabupaten Paser dengan 754 ton dan Kutai Kartanegara 399 ton
Andi menambahkan, Dengan serapan gabah oleh Bulog, hal itu meningkatkan harga gabah di tingkat petani yang berimbas terhadap kesejahteraan petani itu sendiri. Selain itu, hal tersebut juga akan membantu menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
“Kebijakan ini memberikan kepastian pasar dan menumbuhkan kepercayaan petani untuk terus berproduksi,” ujarnya.
Andi pun mengapresiasi langkah Bulog yang telah menjalankan kebijakan pemerintah dengan baik dan berharap tren positif ini terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan daerah. (Adv/DiskominfoPPU)












