Bupati Kukar Hadiri Silaturahmi Bersama Majelis Al-Nisa: Apresiasi Penguatan Nilai Keagamaan

bupati Kukar Edi Damansyah saat kunjungan Silaturahmi ke Dusun Spontan, Mangkurawang

KALTIMTALK.COM – Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menyampaikan ucapan Idulfitri dalam sebuah kegiatan silaturahmi bersama Majelis Al-Nisa. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan pada Minggu (13/4/2025).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, secara pribadi dan atas nama keluarga, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin, ucap Edi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjabat maupun dalam interaksi pribadi sehari-hari.

“Kalau ada sikap saya, ucapan saya, yang menyakitkan atau menyinggung, saya mohon maaf lahir dan batin,” lanjutnya.

Ia menyebut momentum silaturahmi itu sebagai bentuk kegiatan yang guna mempererat hubungan antar pemerintah dan masyarakat Kukar.

Sehingga, dalam kesempatan tersebut, Edi juga mengungkapkan rasa terima kasih atas penyambutan hangat yang dia terima. Ia mengaku tidak menyangka sambutan akan semeriah dan sehangat itu.

“Tadi saya pikir kita hanya mampir di langgar tempat kita subuh waktu Safari Ramadan kemarin, ternyata disambut luar biasa, lengkap dengan hafalan Al-Qur’an,”katanya.

Hal ini menurutnya menjadi kebanggaan tersendiri, sebab suasana seperti itu menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat aktif dalam pembinaan keagamaan. Olehnya itu, Edi berharap silaturahmi seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Berkumpulnya kita dalam majelis ini adalah bukti dari kesadaran bersama akan pentingnya belajar dan mengamalkan ilmu agama,”kata Edi.

Ia juga mengatakan bahwa ibu-ibu yang aktif dalam majelis pasti memiliki nilai lebih dibandingkan yang tidak terlibat. Kegiatan keagamaan menurutnya tidak hanya bermanfaat untuk pribadi, tapi juga bagi keluarga dan lingkungan.

Lebih lanjut, Bupati memberikan apresiasi khusus atas pembacaan hafalan Al-Qur’an oleh seorang anak yang ternyata merupakan bagian dari pembinaan Majelis Taklim An-Nisa tersebut.

“Tadi yang baca hafalan, cucu saya. Masya Allah, mantap sekali. Ini bukti bahwa pembinaan di majelis ini berjalan baik,”ungkapnya.

Namun ia juga memberi pesan agar kualitas itu tetap dijaga dan ditingkatkan.

“Jangan sampai nanti cucu yang tadi hafalannya bagus, tapi ibu-ibu majelisnya malah belum bisa mengaji,”bebernya.

Menurutnya, tampilnya anak-anak yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an menunjukkan keberhasilan orang tua dan majelis dalam memberikan pembinaan agama sejak dini.

Maka dari itu, Edi meminta pentingnya melestarikan dan membesarkan majelis taklim di lingkungan masing-masing. “Kalau bukan kita yang menghidupkan majelis ilmu, siapa lagi? Ini ladang amal jariyah kita semua,”pungkasnya.(Adv/hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *