Kepala Desa Kahala Ungkap Tantangan dan Harapan Pengembangan Wisata Sungai Berambai – Anggrek

Kepala Desa Kahala, Mahlan, (istimewa)

KALTIMTALK.COM – Kepala Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Mahlan, mengungkapkan bahwa pengembangan sektor pariwisata di desanya masih dalam tahap perencanaan dan musyawarah bersama. Sebab, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah persoalan pembiayaan, terutama pada aspek transportasi menuju lokasi wisata.

Menurut Mahlan, akses menuju kawasan wisata di Desa Kahala cukup menantang karena jalurnya masih mengandalkan transportasi air.

Ia mengatakan bahwa infrastruktur transportasi menjadi fokus utama dalam perencanaan ke depan. “Masalahnya itu transportasinya,” ujarnya saat di wawancarai awak media ini pada Jumat (11/4/2025).

Dia menyebutkan destinasi wisata unggulan yang tengah dipersiapkan itu adalah kawasan Sungai Berambai, yang dikenal memiliki alur petualangan menarik. Namun, perjalanan menuju tempat tersebut dimulai dari aliran sungai, dilanjutkan ke danau, lalu ke dataran tinggi yang disebut warga sebagai wilayah “Solong”.

Dari kawasan Solong, kata dia, kemudian perjalanan akan berlanjut ke lokasi yang dinamakan Pinang Abang. Di tempat inilah pengunjung dapat menikmati pesona alam anggrek hutan yang tumbuh liar di kawasan tersebut.

Mahlan mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan kawasan wisata tersebut masih dilakukan secara mandiri bersama masyarakat di desa setempat. “Untuk sementara ini kami kelola sendiri,”ujarnya.

Selain itu, beberapa pihak dari kalangan akademik, seperti mahasiswa dan peneliti, juga telah menunjukkan ketertarikan terhadap potensi kawasan tersebut.

“Kami laporkan juga ke pihak-pihak yang datang meneliti,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap ke depan ada sinergi yang kuat antara pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan wisata alam di Desa Kahala, khususnya wisata berbasis konservasi seperti anggrek hutan tersebut.

Mahlan juga mengatakan bahwa kerja sama lintas sektor ini sangat penting agar kawasan wisata ini dapat dikelola dengan baik, serta memiliki fasilitas memadai yang menunjang kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

“Sama-sama lah untuk mengelola, untuk membiayai agar jalur menuju ke sana itu mudah bagi wisatawan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan jalur sungai sebagai satu-satunya akses ke kawasan wisata membutuhkan infrastruktur pendukung yang layak.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa desa tidak hanya ingin membuka kawasan tersebut sebagai objek wisata, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan spesies endemik seperti anggrek yang tumbuh di wilayah Pinang Abang.

“Kita ingin bisa mengelola, bisa menjaga, dan merawat kawasan desa Anggrek tersebut,”pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *