PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali membuka program beasiswa kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini. Program ini diumumkan resmi oleh Bupati PPU pada 21 Maret lalu dan menjadi kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, menyampaikan bahwa beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK di wilayah Penajam yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 atau D4 di UGM.
“Program ini kembali dibuka sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi putra-putri daerah. Tahun lalu ada 4 orang yang diterima dan kini sudah ada 5 mahasiswa asal PPU yang sedang menempuh pendidikan di UGM dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Nicko.
Ia menambahkan bahwa tahun ini Pemkab menargetkan 6 hingga 10 orang penerima beasiswa. Meski jumlah tersebut terbilang kompetitif karena kuota bersifat nasional, pemerintah tetap optimis akan ada lebih banyak peserta dari PPU yang lolos seleksi.
“Kita tidak membatasi jumlah pendaftar. Siapa pun yang lulus seleksi akan diproses. Oleh karena itu, informasi ini perlu disampaikan seluas-luasnya agar masyarakat, khususnya para orang tua, bisa mendorong anak-anak mereka untuk mendaftar,” tegasnya.
Adapun program studi yang menjadi prioritas dalam beasiswa ini mencakup D4 vokasi, serta S1 Kedokteran, Kehutanan, Ketahanan Pangan, Energi, Pertanian, Teknik, Teknologi Informasi, dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
“Fokus kita pada bidang-bidang tersebut karena sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Harapannya, lulusan ini nantinya bisa kembali dan berkontribusi di PPU,” tambah Nicko.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu syarat utama penerima beasiswa adalah lulusan SMA atau SMK di wilayah Penajam, maksimal tahun kelulusan 2024. Beasiswa ini menanggung biaya kuliah secara penuh hingga 8 semester.
Lebih lanjut, Nicko berharap kualitas siswa dari sekolah-sekolah di Penajam dapat semakin diakui secara nasional. “Beberapa siswa dari SMA 1, SMA 2, SMA 4 sudah ada yang diterima di UGM melalui berbagai jalur. Ke depan, kita berharap SMK juga bisa menyusul,” tuturnya.
Selain UGM, Pemkab juga membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama serupa dengan perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia. (Adv/DiskominfoPPU)












