KALTIMTALK.COM– Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) menggelar kegiatan Safari Ramadhan di berbagai desa dan sekolah, khususnya SMA. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat serta mengingatkan pentingnya toleransi beragama di wilayah kecamatan.
Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyampaikan bahwa Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Acara itu juga menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman agama yang ada di kecamatan tersebut.
“Di wilayah Kecamatan Kembang Janggut, memang mayoritas warganya beragama Islam, tetapi ada beberapa desa yang penduduknya mayoritas non-Muslim,” ujarnya saat wawancara pada Selasa (18/3/2025).
Safari Ramadhan, kata dia, sudah berlangsung di lima desa dari 11 desa yang ada. Pemerintah kecamatan berencana mengunjungi semua desa untuk melanjutkan kegiatan tersebut.
Warga di berbagai desa menyambut baik inisiatif itu karena selama hampir sepuluh tahun terakhir, kegiatan Safari Ramadhan semacam ini tidak pernah diadakan oleh pemerintah kecamatan dan Muspika.
Respon positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat dinantikan. Banyak warga yang merasa senang karena pemerintah hadir langsung di tengah mereka, tidak hanya dalam konteks administratif tetapi juga dalam upaya mempererat kebersamaan di bulan suci.
Suhartono berharap Safari Ramadhan kali ini tidak hanya berlangsung pada bulan Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi tradisi dalam berbagai kegiatan lainnya di luar bulan suci. Menurutnya, kegiatan ini lebih dari sekedar agenda keagamaan, tetapi juga sarana silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan, Muspika, dan masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi berbagai hal penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah kewaspadaan terhadap berbagai musibah, terutama kebakaran yang kerap terjadi.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati untuk menekan Musibah-musibah kebakaran, permasalahan-permasalahan pada kenakalan remaja yang terjadi,”ujarnya.
Selain itu, kenakalan remaja juga menjadi perhatian dalam Safari Ramadhan ini. Pemerintah kecamatan mengajak para orang tua dan guru untuk lebih memperhatikan perkembangan anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif.
Kegiatan Safari Ramadhan itu juga diisi dengan kegiatan dialog antara pemerintah dan masyarakat. Warga diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi di desa masing-masing.
Melalui agenda tersebut, pemerintah kecamatan berharap dapat terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang berkesinambungan. Sehingga, hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat,”tutupnya. (Hm/adv)












