Dispora Kukar Gelar Festival Kreativitas Pemuda, Wadah Bakat dan Potensi Generasi Muda

Kadispora Kukar, Aji Ali Husni saat wawancara pada Rabu 12 Maret 2025.

KALTIMTALK.COM – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar festival kreativitas pemuda sebagai wadah bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan potensinya.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang kompetisi bagi para pemuda yang selama ini hanya berlatih tanpa adanya panggung untuk berkompetisi.

“Kegiatan kreativitas ini adalah wadah kawan-kawan pemuda untuk menampilkan potensi mereka. Sehingga mereka punya tempat untuk menunjukkan kemampuan dan mengasah keterampilan mereka sebagai daya ukur,”ujarnya saat wawancara pada Rabu (12/13/2025).

Festival ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi pemuda di Kukar. Ali mencontohkan bahwa Dispora selama ini telah memberikan berbagai bantuan, termasuk alat musik hapsi, yang digunakan pemuda untuk berlatih. Namun, sebelumnya mereka hanya tampil di acara tertentu tanpa adanya kompetisi resmi.

“Nah, hari ini kita buatkan panggung itu buat mereka untuk berkompetisi. Ini salah satu yang kami lakukan sebagai tempat pembinaan,”lanjutnya.

Selain seni dan kreativitas, Dispora Kukar juga telah menyelenggarakan berbagai pelatihan, seperti pelatihan barista. Tidak hanya memberikan pelatihan, pihaknya juga mengadakan perlombaan untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan.

“Sehingga pembinaan yang kita lakukan saat ini itu terukur dengan baik,”katanya.

Kegiatan itu digelar bertepatan dengan bulan Ramadan sebagai bentuk kegiatan positif bagi pemuda Kukar. Acara ini juga dikolaborasikan dengan olahraga lari tradisional yang menjadi tontonan rutin setiap malam.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Dispora dalam menggali dan mengembangkan potensi generasi muda Kukar. Tahun ini, jumlah peserta semakin bervariasi, dengan partisipasi dari berbagai kecamatan, baik dari daerah hulu seperti Kota Bangun dan Muara Muntai, maupun dari daerah hilir seperti Muara Badak, Loa Janan, dan Samboja.

“Alhamdulillah, kecamatan-kecamatan di daerah ulu, ilir, dan tengah semuanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,”ujarnya.

Festival ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, diskusi panel dengan penggiat seni, hingga berbagai perlombaan seperti lomba kaligrafi, hapsi, azan, fashion show, dan seduh kopi. Tahun ini, ada dua tambahan lomba dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu lomba yang cukup dominan adalah kaligrafi. Menurutnya, peminat kaligrafi di Kukar cukup banyak, tetapi mereka belum memiliki wadah yang memadai untuk menunjukkan hasil karya mereka.

“Mereka sudah banyak melatih anak-anak dan menghasilkan karya, tapi tidak punya tempat untuk mengukur kemampuan mereka. Maka hari ini adalah momen yang tepat, apalagi bertepatan dengan bulan Ramadan,”jelasnya.

Ke depan, Dispora Kukar berharap lebih banyak pemuda yang terlibat dalam festival ini. Selain itu, pihaknya juga ingin agar masyarakat luas, termasuk organisasi kepemudaan dan UMKM, dapat mendukung kegiatan ini sehingga berdampak positif bagi perekonomian selama Ramadan.

“Kami ingin memastikan komunitas kaligrafi ini mendapatkan tempat yang layak untuk memasarkan karya mereka,”pungkasnya. (Hm/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *