KALTIMTALK.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kutai Kartanegara (Kukar), Yuliandris, menegaskan bahwa anak terlantar tidak selalu identik dengan anak jalanan. Menurutnya, ada banyak kasus di mana anak yang tinggal di rumah bersama orang tua kandungnya pun bisa dikategorikan sebagai anak terlantar.
“Anak terlantar itu bukan hanya mereka yang hidup di jalanan. Bisa saja mereka tinggal di rumah, orang tuanya lengkap, tetapi karena tidak mendapatkan pengasuhan yang layak, mereka tetap masuk dalam kategori anak terlantar,” ujarnya, Kamis (06/03/2025).
Ia menjelaskan bahwa keterlantaran anak terjadi karena kurangnya perhatian, pemenuhan kebutuhan dasar, serta tidak adanya pengasuhan yang baik dari keluarga.
Dinas Sosial Kukar sendiri telah memiliki berbagai program untuk membantu anak-anak terlantar. Bantuan yang diberikan mencakup bantuan tunai, bantuan makanan, hingga pembinaan yang dilakukan di dalam panti sosial.
“Kami memiliki program-program yang bertujuan untuk mendukung anak-anak terlantar agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mulai dari pemberian bantuan keuangan, distribusi makanan, hingga pembinaan di panti asuhan,” jelasnya.
Saat ini, di Kukar terdapat sekitar 18 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang dikelola oleh masyarakat. Lembaga ini berperan dalam membina dan merawat anak-anak yang masuk dalam kategori anak terlantar.
Keberadaan LKSA ini dinilai sangat membantu dalam memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Dinas Sosial Kukar terus bekerja sama dengan LKSA agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Selain itu, Pemkab Kukar juga memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang fokus dalam menangani anak-anak terlantar. Salah satunya adalah UPTD Odah Ngasuh Anak yang berlokasi di Kelurahan Bukit Biru.
UPTD ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi anak-anak yang terlantar sebelum mendapatkan solusi jangka panjang, seperti pengasuhan keluarga atau pembinaan di lembaga sosial.
“Keberadaan UPTD ini, kita berharap anak-anak terlantar bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dan mendapatkan kehidupan yang layak,” ungkapnya.
Yuliandris menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial anak di Kukar. Dukungan dari masyarakat juga diharapkan agar tidak ada lagi anak yang terlantar, baik di jalanan maupun di dalam rumah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga anak-anak kita. kepedulian bersama, bisa memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka,” pungkasnya.(Adv/Hmd)












