KALTIMTALK.COM Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus berupaya menangani kemiskinan dengan menggandeng Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pendataan, serta membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyampaikan bahwa pihaknya selalu menyiapkan data penerima bantuan agar program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun bantuan bagi keluarga prasejahtera tepat sasaran.
Langkah tersebut sebagai upaya mereka untuk mempermudah dan mastikan kelancaran dalam penyaluran bantuan itu. Nama-nama yang tercantum dalam data juga di pastikan sebagai warga menerima PHK.
“Jika ada program bantuan CSR atau bantuan bagi keluarga sejahtera, kami selalu menyiapkan data-data yang dibutuhkan agar bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”jelasnya saat wawancara pada Jumat (21/3/2025).
Ia menyebut jumlah data bagi masyarakat penerima bantuan program keluarga harapan ini terus berubah. Sehingga, pengecekan juga aktif dilakukan untuk memastikan pemilik data bank yang akurat.
Dia mengatakan bahwa para penerima bantuan memang ada, namun, sering mengalami pembaharuan data.
Sekarang ini, dukungan pemerintah dalam penanganan kemiskinan masih berupa bantuan beras bulanan bagi keluarga prasejahtera. Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa belum tersalurkan hingga bulan ini, dan pihak kecamatan masih menunggu kepastian apakah program tersebut akan berlanjut pada tahun 2025.
Suhartono berharap program penanganan kemiskinan tak hanya berupa pemberian sembako, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia tekankan pentingnya bantuan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja serta dukungan bagi warga yang ingin berwirausaha.
“Misalnya, bantuan berupa alat-alat perkebunan atau pertanian, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Jika bantuan hanya berupa pemberian terus-menerus, maka akan muncul ketergantungan,” jelasnya.
Menurutnya, solusi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan, kursus, serta bantuan alat kerja.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan taraf hidup mereka secara mandiri.
“Kami berharap upaya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak agar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.” tutupnya (Adv/hm)












