KALTIMTALK.COM – Komunitas kopi di Tenggarong berencana menggelar kompetisi perkopian yang awalnya hanya ditargetkan untuk tingkat lokal, namun karena tingginya antusiasme, kini ajang tersebut akan naik ke level nasional.
Kompetisi ini diharapkan bisa menjadi ajang bagi para barista dan pelaku usaha kopi untuk menunjukkan kemampuannya sekaligus memperkuat ekosistem bisnis kopi di Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan inisiatif dari komunitas kopi di Tenggarong yang lahir dari kebutuhan para pelaku usaha di sektor ini. Pihaknya pun siap memberikan fasilitasi agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
“Iya betul, jadi itu inisiasi dari kawan-kawan komunitas kopi di Tenggarong. Awalnya kompetisi ini hanya direncanakan untuk tingkat kabupaten atau provinsi, tapi karena antusiasmenya tinggi hingga lintas provinsi, akhirnya kita putuskan untuk menaikkan levelnya menjadi skala nasional,” ujarnya.
Saat ini, panitia masih dalam tahap pengaturan jadwal dan persiapan teknis lainnya. Waktu pelaksanaan masih bersifat tentatif, tetapi sementara ini direncanakan pada akhir April, tepatnya tanggal 27 April, jika tidak ada perubahan.
Selain itu, pihak panitia juga sedang menghubungi beberapa juri yang akan menilai kompetisi ini. Mereka menargetkan untuk menghadirkan juri baik dari tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, masih menunggu konfirmasi kesediaan dari para juri yang akan terlibat.
Ia menyampaikan antusiasme peserta terhadap kompetisi ini sangat tinggi. Bahkan, sebelum pendaftaran resmi dibuka, banyak pelaku usaha kopi dan barista yang sudah menanyakan kapan bisa mendaftar. Ketika pendaftaran dibuka, respons yang diterima pun sangat luar biasa.
“Antusias peserta cukup banyak karena memang kawan-kawan komunitas kopi ini sudah menunggu. Bahkan sebelum pendaftaran dibuka, sudah banyak yang bertanya. Begitu pendaftaran resmi dibuka, langsung banyak yang mendaftar,” jelasnya.
Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring bakat-bakat lokal di Kukar serta daerah sekitar seperti Samarinda dan Balikpapan. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan para peserta bisa bersaing tidak hanya di level nasional tetapi juga di tingkat internasional.
Sebab, beberapa pelaku usaha kopi dari Kukar sebelumnya sudah berhasil masuk dalam nominasi berbagai kompetisi tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa potensi perkopian di daerah ini sangat besar dan bisa terus dikembangkan.
Ia menyampaikan bahwa tujuan dari pada kompetisi adalah untuk mengembangkan potensi kopi sebagai ladang bisnis di Kukar.
Selain itu juga, sebagai ruang bagi pelaku kopi untuk mengembangkan usahanya di kalangan masyarakat luas. Pemkab Kukar Diskop UKM akan terus mengawal setiap pelaku UKM untuk tumbuh kembangkan usahanya tersebut.
“Tujuan utamanya memang untuk menjaring bakat-bakat lokal, tapi lebih dari itu, kita juga ingin menumbuhkan ekosistem bisnis kopi di Kukar, terutama di Tenggarong,” tutupnya.(Hm/adv)












