PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe, yang terletak di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Pemkab berharap proyek strategis ini mendapatkan perhatian lebih dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), terutama dalam hal dukungan anggaran dan kelancaran proses pembangunan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, menyatakan bahwa dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), pihaknya berharap OIKN dapat memberikan dukungan lebih pada proyek ini.
“Harapan kami, Bendungan Lawe-Lawe bisa dilanjutkan pembangunannya. Dengan adanya OIKN atau IKN di sini, siapa tahu ada perhatian khusus, termasuk tambahan anggaran dan sebagainya,” ujar Sodikin (15/10).
Sodikin menjelaskan bahwa salah satu alasan utama dibangunnya bendungan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat PPU, khususnya di Kecamatan Penajam. Keberadaan bendungan tersebut dinilai sangat penting bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam mengelola pasokan air, terutama untuk mengantisipasi potensi kekurangan air di musim kemarau.
“Keberadaan bendungan ini sangat penting untuk penyediaan air baku bagi PDAM, karena saat ini mereka mengelola pasokan air dari sana. Jika mengandalkan sumber lain, meskipun masih mencukupi, namun saat musim kemarau bisa terjadi kendala,” kata Sodikin.
Pemkab PPU juga terus menggaungkan pentingnya keberadaan Bendungan Lawe-Lawe, terutama dalam menjaga kestabilan pasokan air selama musim kemarau.
“Pada beberapa kesempatan, kami selalu menyampaikan pentingnya proyek ini dalam rapat koordinasi, karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, lebih dari Rp150 milyar,” tambahnya.(Adv/Diskominfo PPU)












