PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memprioritaskan revitalisasi Embung Lawe-Lawe untuk meningkatkan kapasitas tampungan air sebagai langkah sementara menghadapi keterbatasan air baku. Upaya yang mendapat bantuan PT Pertamina ini dilakukan melalui pembersihan, pendalaman, dan perluasan embung agar mampu menampung lebih banyak air saat musim hujan.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan revitalisasi yang berjalan saat ini difokuskan pada kawasan tangkapan air. Sementara itu, penyelesaian seluruh infrastruktur Bendung Lawe-Lawe belum memasuki tahap pelaksanaan lanjutan karena pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan kondisi mendesak.
“Untuk Bendung Lawe-lawe yang sekarang dilakukan dengan bantuan Pertamina, itu hanya revitalisasi kaitannya dengan tangkapan air, membersihkan embung yang ada itu, agar memiliki volume yang lebih besar lagi ke depan manakala memang nanti ada musim hujan,” ungkapnya.
Menurut Tohar, peningkatan kapasitas tampungan diperlukan agar air hujan tidak terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan untuk menambah ketersediaan air baku. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sementara pemerintah daerah dalam menangani persoalan air baku yang saat ini dihadapi Perumda Air Minum Danum Taka.
Ia mengakui, penyelesaian pembangunan Bendung Lawe-Lawe secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kabupaten. Infrastruktur yang mulai dibangun pada 2017 tersebut hingga kini baru mencapai sekitar 85 persen.
“Menuntaskan bangunan itu menjadi PR kita, tetapi bangunan mau disempurnakan pun kalau air bakunya seperti ini menjadi catatan kritis juga bagi kita,” ujarnya.
Tohar menjelaskan, penyempurnaan infrastruktur bendung belum tentu memberikan hasil optimal apabila tidak didukung ketersediaan air baku yang mencukupi. Karena itu, pemerintah daerah memilih mengoptimalkan tampungan yang sudah ada sebagai langkah penanganan sementara.
“Ya kalau musim hujan terbuang-buang, makanya kita sikapi dengan pembersihan, pendalaman, dan perluasan embung yang ada. Itu upaya sementara,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah saat ini belum sampai pada tahap melanjutkan penuntasan seluruh infrastruktur bendung. Fokus utama masih diarahkan pada penanganan kondisi darurat, terutama terkait ketersediaan air baku.
“Penuntasan infrastrukturnya belum sampai ke sana, menyelesaikan kondisi darurat kita,” tandasnya. (Adv)












