Potensi Wisata dan Budaya Loa Kulu akan Terus Dikembangkan

Plt Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata saat wawancara pada Minggu 25 Mei 2025

KALTIMTALK.COM – Kecamatan Loa Kulu memiliki kekayaan wisata dan budaya yang patut dibanggakan. Plt Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata, mengatakan pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi tersebut demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu destinasi unggulan di wilayah ini adalah wisata Mapantama, yang menawarkan keindahan alam. Selain itu, Loa Kulu juga menyimpan jejak sejarah penting, seperti Situs Tugu Pembantaian Jepang yang terletak di Desa Loh Sumber.

Menurut Khairuddinata, situs sejarah tersebut pernah dipresentasikan oleh pihak kecamatan dalam sebuah acara pelestarian cagar budaya yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada kesempatan itu, mereka menyampaikan bahwa Desa Loh Sumber memiliki beberapa situs bersejarah yang perlu dijaga dan dikembangkan keberadaannya.

“Alhamdulillah, pada tahun 2018 Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur telah membawa wisatawan berkunjung ke sana, dan mereka sangat menikmati kunjungan tersebut sebagai salah satu destinasi pilihan,” ungkapnya saat di wawancara pada Minggu (25/5/2025).

Ia menyebutkan bahwa di Kecamatan Loa Kulu setidaknya terdapat sekitar 53 situs sejarah yang sudah dipetakan dan memiliki potensi besar untuk menjadi objek wisata edukatif dan budaya.

Potensi besar inilah yang mendorong pemerintah kecamatan terus melakukan berbagai upaya pelestarian serta promosi agar situs-situs tersebut semakin dikenal luas oleh masyarakat dan wisatawan.

Selain situs sejarah, Desa Loh Sumber juga memiliki kekayaan alam lainnya yang tidak kalah menarik, khususnya di bidang pertanian. Lahan yang subur menjadikan desa ini sebagai salah satu sentra pertanian di wilayah Loa Kulu.

“Potensi pertanian di desa ini sangat besar. Hasil-hasil pertaniannya beragam dan menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat,” jelas Khairuddinata.

Tidak hanya itu, budaya lokal yang masih dijaga juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh warga adalah Sedekah Bumi atau yang dikenal dengan sebutan bersih desa.

Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi dan kehidupan yang mereka jalani, sekaligus menjadi momen kebersamaan yang memperkuat nilai-nilai gotong royong.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat juga aktif mengembangkan kesenian lokal, yang menjadi bagian dari identitas budaya yang memperkaya warna kehidupan di Desa Loh Sumber.

Khairuddinata menambahkan bahwa pihak kecamatan sangat berharap agar seluruh potensi yang dimiliki oleh Loa Kulu, baik dari segi wisata, budaya, maupun pertanian, dapat dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Kami terus mendorong semua elemen masyarakat agar potensi yang ada bisa berkembang dan memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Loa Kulu,” pungkasnya.(Adv/hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *