PENAJAM – Budidaya rumput laut sango-sango di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berkembang dari usaha sampingan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Potensi produksi yang besar mendorong Dinas Perikanan PPU menyiapkan pengembangan budidaya sekaligus meningkatkan nilai jual melalui pengolahan hasil panen.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan rumput laut jenis *Gracilaria* tersebut semakin diminati pembudidaya, khususnya di kawasan Babulu Laut. Komoditas ini dibudidayakan menggunakan sistem polikultur, yakni dalam satu tambak bersama udang dan ikan bandeng.
“Usaha sampingan rumput laut ini sekarang menjadi usaha pokok. Bahkan dapat ditebar bersamaan dengan bibit udang dan bandeng. Hampir semua tambak di Babulu Laut sudah ditanami rumput laut, dan ini menjadi potensi besar kita,” ujar Andi, Senin (19/10/2026).
Luas tambak produktif di Babulu Laut diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 hektare. Produksi rumput laut di wilayah tersebut mencapai sekitar 9.000 ton per tahun, dengan dukungan 35 kelompok pembudidaya dan lebih dari 300 anggota.
Menurut Andi, siklus panen yang relatif cepat menjadi salah satu alasan masyarakat memilih komoditas ini. Pembudidaya bahkan dapat melakukan panen hingga dua kali dalam sebulan, sehingga berpotensi memberikan pendapatan secara berkala.
Namun, pengembangan usaha masih menghadapi tantangan pada tahap pascapanen. Selama ini, rumput laut dikeringkan melalui penjemuran manual sebelum dikemas dalam karung untuk dipasarkan.
Karena itu, Dinas Perikanan PPU mendorong peningkatan kualitas pascapanen, termasuk peluang pengolahan menjadi tepung agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain Babulu, pengembangan budidaya juga direncanakan menyasar Kecamatan Waru. Pemerintah daerah berencana menggandeng Universitas Mulawarman untuk melakukan kajian teknis, menyediakan tambak percontohan, serta mengembangkan bibit unggul.
“Kami akan buat demplot bekerja sama dengan pembudidaya, pemerintah desa, dan akademisi untuk kajian teknis. Harapannya, kita bisa mendatangkan bibit unggul agar hasilnya lebih maksimal,” pungkasnya. (Adv)












