Sukses Bangun Budaya Bersih, Desa Giripurwa Optimis Tingkatkan Potensi Desa

Kepala Desa Giripurwa, Habi Rubianto.

PENAJAM – Desa Giripurwa di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di wilayah tersebut. Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat yang secara aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Desa Giripurwa, Habi Rubianto, menegaskan bahwa komitmen menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri.

“Jadi memang harus memulai dari diri sendiri. Kalau saya pribadi sebagai kepala desa, saya memikirkan dan punya pikiran bahwa saya mengabdi. Insyaallah desa ini ikut bersih juga,” ujar Habi, Senin (2/6).

Di awal masa kepemimpinannya, Habi mengaku menerapkan pendekatan yang cukup tegas dalam membangun budaya kebersihan di tengah masyarakat. Meskipun terasa keras, langkah tersebut dianggap perlu untuk menanamkan kesadaran kolektif.

“Memang pertama kami keras, karena saya memang sudah biasa dengan kebersihan,” tambahnya.

Menurut Habi, menjaga kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan potensi desa, termasuk sektor pariwisata dan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Yang jelas untuk ke depannya kami bersih dulu. Kalau sudah bersih, suatu saat insyaallah, kalau Tuhan berkehendak, banyak pengunjung yang datang,” katanya.

Habi menjelaskan bahwa program kebersihan di Desa Giripurwa tidak dilakukan secara terjadwal, melainkan lahir dari kesadaran masyarakat. Warga dan pemerintah desa turut berperan aktif tanpa menunggu instruksi.

“Terkait program kebersihan ini dilakukan secara individu. Jika terlihat kotor, langsung dibersihkan atas kesadaran masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, perangkat desa telah dibagi ke dalam kelompok yang berisi delapan orang secara bergiliran untuk melakukan bersih-bersih lingkungan. Bahkan, di hari libur, masyarakat tetap aktif membersihkan lingkungan sebagai wujud tanggung jawab bersama. “Ini kita sebagai pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Seiring meningkatnya kunjungan ke Desa Giripurwa, Habi menyebut keberadaan sampah bukan sebagai masalah, melainkan peluang.

“Sekarang ini tingkat kunjungan ke Giripurwa semakin meningkat dan wajar sampah datang, dan kami menganggap sampah itu adalah rezeki,” tutup Habi.

Upaya menjaga kebersihan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kecamatan Penajam, yakni gerakan Jumat Bersih. Program tersebut mendorong seluruh kelurahan dan desa di wilayah kecamatan untuk aktif menjaga lingkungan, melibatkan semua pihak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan aksi bersama.(Adv/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *