5.565 Warga PPU Belum Punya Rumah, Ini Langkah Nyata Kadin dan Asprumnas

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) PPU, Rudiansyah menyerahkan data hasil survei Yayasan Borneo Benuo Taka PPU menunjukkan bahwa sebanyak 5.565 jiwa di Kabupaten PPU belum memiliki rumah pada tahun 2022 kepada Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas), Muhammad Syawali Pratna.

PENAJAM — Kabar baik bagi warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang belum memiliki rumah. Sebanyak 5.565 jiwa tercatat belum memiliki hunian layak pada tahun 2022, dan kini upaya pemenuhan kebutuhan itu mulai menemukan titik terang melalui sinergi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) PPU dan Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas).

Data tersebut disampaikan Ketua Kadin PPU, Rudiansyah, dalam pertemuan dengan Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali Pratna, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Sabtu (17/5). Rudiansyah menyerahkan hasil survei yang dilakukan Yayasan Borneo Benuo Taka PPU sejak Juli 2022, yang menunjukkan bahwa sekitar 3 persen dari total penduduk PPU yang berjumlah 185 ribu jiwa pada 2021 belum memiliki rumah. Angka ini sebelumnya diperkirakan mencapai 6 ribu jiwa.

Survei tersebut merinci jumlah warga yang belum memiliki rumah di masing-masing kecamatan: Penajam sebanyak 2.578 jiwa, Sepaku 1.503 jiwa, Babulu 1.200 jiwa, dan Waru 284 jiwa. Mayoritas dari mereka masih tinggal bersama keluarga karena belum mampu memiliki rumah sendiri.

Menanggapi data ini, Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali Pratna, menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Kadin PPU dan pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan hunian warga. “Kami akan mengolah data ini dan mencari lahan yang sesuai untuk pembangunan rumah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ketersediaan land bank milik pemerintah menjadi kunci utama dalam merealisasikan pembangunan 5.565 unit rumah. Asprumnas menargetkan setidaknya 50 persen dari total kebutuhan rumah tersebut bisa direalisasikan melalui kolaborasi lintas pihak.

Lebih lanjut, Syawali memperkenalkan program unggulan Asprumnas, yakni “Rumah Rakyat Semesta”. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat non-bankable agar tetap bisa memiliki rumah dengan dukungan fasilitas dari pemerintah, tanpa melalui sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank. Program serupa telah berhasil merumahkan 2.500 keluarga di Tangerang, Banten.

Terkait rencana pembangunan di empat kecamatan di PPU, Syawali memaparkan tiga langkah strategis yang akan dilakukan: pertama, inventarisasi lokasi lahan; kedua, identifikasi hambatan dan solusinya; ketiga, membangun asosiasi bersama pemerintah pusat dan daerah untuk kolaborasi pembangunan.

Ia juga mengajak para pengusaha di Kalimantan Timur untuk membentuk konsorsium demi menyukseskan pembangunan rumah layak ini secara gotong royong, sejalan dengan program Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sementara itu, Rudiansyah menegaskan bahwa data yang diserahkan telah melalui proses verifikasi ketat.

“Data kami valid, karena diawali sosialisasi, dilanjutkan pendataan dan diverifikasi langsung oleh ketua RT serta diketahui kepala desa atau lurah,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama dengan Asprumnas dapat segera terwujud dan menjadi solusi nyata bagi ribuan warga PPU yang belum memiliki rumah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *