Kelurahan Nipah-Nipah Raih Juara 3 Lomba Kelurahan 2025, Tampilkan Inovasi Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Lurah Nipah-Nipah, Syaryadi, S.Kom terima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

PENAJAM — Kelurahan Nipah-Nipah berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Lomba Kelurahan 2025 tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Mengangkat tema “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”, lomba ini menjadi sarana evaluasi kinerja sekaligus wadah inovasi pelayanan masyarakat.

Penghargaan berupa piala dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, pada Puncak Acara Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, Sabtu, (3/5/2025) Malam di Stadion Panglima Sentik, Penajam.

Lurah Nipah-Nipah, Syaryadi, S.Kom, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif, termasuk kontribusi lurah-lurah sebelumnya.

“Kami tidak berpuas diri. Evaluasi dari dewan juri menjadi catatan penting untuk terus memperbaiki kekurangan, khususnya dalam aspek ketahanan pangan,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan lahan, Kelurahan Nipah-Nipah mampu menunjukkan kontribusi signifikan dalam penyediaan hasil pertanian seperti sayur-mayur dan buah-buahan, terutama dari wilayah Pondok Belanda Kelurahan Nipah-Nipah. Produk pertanian bahkan disuplai hingga ke Kota Balikpapan.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, seperti pelatihan pembuatan pupuk biosaka yang melibatkan petani dan tokoh masyarakat, serta pemberian rekomendasi resmi dari kelurahan bagi kelompok tani dalam mengakses bantuan pupuk dan alat pertanian. Data kelompok tani kini terintegrasi untuk mempermudah verifikasi dan pendistribusian bantuan.

Ke depan, kelurahan berencana mengaktifkan kembali program pasar murah, agar hasil panen bisa dinikmati langsung oleh masyarakat tanpa perantara tengkulak. Selain itu, kebun Dasawisma dan pekarangan warga akan terus dioptimalkan dengan dukungan dana kelurahan, termasuk pemanfaatan polibag untuk tanaman hortikultura dan obat-obatan.

Namun, tantangan tetap ada. Sebagian besar lahan pertanian yang dimanfaatkan warga merupakan milik pemerintah dan rawan dialihfungsikan. Lurah berharap ada kebijakan jangka panjang agar petani tetap memiliki ruang tanam yang berkelanjutan.

“Ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama. Kami akan terus bersinergi dengan penyuluh pertanian, kelompok tani, dan instansi terkait untuk mewujudkan kelurahan yang mandiri dan tangguh,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *