Lurah Petung Ikuti Pengembangan Kompetensi se-Kaltim dalam Upaya Tingkatkan Pelayanan Publik

Sejumlah Lurah di Kabupaten Penajam Paser Utara mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Lurah Angkatan II. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Kota Balikpapan, Selasa (14/5/2025)

Balikpapan — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas aparatur kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur Corporate University (BPSDM Kaltim CorpU) melalui Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Lurah Angkatan II. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Kota Balikpapan, Selasa (14/5/2025), dengan diikuti oleh 74 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Sebanyak 20 peserta di antaranya berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), termasuk Lurah Petung, Achmad Fitriady, yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dalam keterangannya, Fitriady menilai pelatihan ini sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola wilayah kelurahan secara lebih efektif dan adaptif.

Ia menekankan bahwa dalam memimpin sebuah wilayah, seorang lurah dituntut tidak hanya mahir dalam aspek administratif, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial berbasis pendekatan sosial dan budaya.

“Teknik seni dalam manajemen konflik menjadi salah satu bekal penting, mengingat dinamika masyarakat yang terus berkembang. Selain itu, pemberdayaan warga juga harus dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Fitriady juga menyoroti tantangan di era informasi saat ini, di mana transparansi dan kecepatan akses menjadi bagian tak terpisahkan dari ekspektasi publik.

“Kami harus bekerja cepat, tanggap, dan profesional. Pelayanan publik tidak boleh terhambat oleh urusan pribadi ASN. Jika kami kurang ramah atau tidak optimal dalam pelayanan, masyarakat berhak memberikan teguran,” tegasnya.

Fitriady juga secara konsisten mengingatkan seluruh mitra kerja di Kelurahan Petung mengenai pentingnya kedisiplinan dalam bekerja. Hal ini kerap ia sampaikan dalam setiap apel pagi sebagai bagian dari penguatan etos kerja di lingkungan kelurahan.

Menurutnya, sikap disiplin merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. “Menunda pekerjaan sama artinya dengan menumpuk masalah. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab secara tepat waktu demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BPSDM Kaltim, Dra. Nina Dewi, dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam membekali aparatur kelurahan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Tantangan para lurah semakin kompleks. Mereka dituntut mampu berkolaborasi, berinovasi, dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Karena itu, peningkatan kapasitas tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus terencana, berkesinambungan, dan relevan dengan kondisi riil,” jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang bekal ilmu dan pengalaman untuk diterapkan langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. “Ilmu yang diperoleh dalam forum ini tidak hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan. Kita ingin menciptakan pelayanan yang efektif, humanis, dan berintegritas,” pungkas Nina Dewi. (Adv/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *