PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama pihak swasta terus mempercepat perbaikan jalan dan drainase yang rusak di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang mengeluhkan kondisi infrastruktur yang buruk, terutama jalan yang rusak dan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Aksi warga yang menanam pohon pisang dan kelapa di tengah badan jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi tersebut sempat menjadi sorotan. Menanggapi hal itu, pada Senin (14/4/2025), Pemerintah Kecamatan Penajam Bersama UPT PU Kecamatan dan Dinas PUPR turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan jalan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.
Langkah cepat kemudian diambil oleh pemerintah daerah dengan menggandeng dua perusahaan swasta, yakni PT BWL dan PT BS, untuk melakukan perbaikan. Dalam skema kolaborasi ini, Pemerintah Daerah menyediakan alat berat, sedangkan pihak perusahaan swasta bertanggung jawab atas penyediaan batu agregat sebagai bahan utama penimbunan dan perataan jalan.
Lurah Sotek, Irfat, menyampaikan bahwa saat ini proses pengerjaan masih berada pada tahap awal. Pekerjaan saat ini masih dalam pelebaran parit dan pemasangan gorong-gorong. “Pemasangan sudah dimulai sejak kemarin, namun ini baru langkah awal,” ujarnya, Jumat (18/4/2025).
Ia menambahkan bahwa belum dapat dipastikan kapan kegiatan ini rampung, mengingat pekerjaan dilakukan bersama antara pemerintah dan pihak swasta yang masing-masing memiliki peran berbeda.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait, agar tidak ada kendala di lapangan yang menghambat progres agar proses perbaikan dapat berjalan efektif dan selesai sesuai harapan masyarakat”, tambanya.
Dalam proses pengerjaan, Irfat juga mengungkapkan adanya hambatan di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan sebuah rumah yang berdiri di atas parit yang akan diperbaiki. “Situasi ini sempat memperlambat proses, namun kami sudah melakukan mediasi bersama pihak RT dan warga, dan alhamdulillah bisa diselesaikan secara baik,” jelasnya.
Terkait rencana jangka panjang, Irfat menyebutkan bahwa pembahasan masih terus dilakukan bersama perusahaan. “Kami berharap ada kejelasan status jalan ini agar bisa ditingkatkan. Tentunya harapan warga juga sama,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPT PU Penajam, Halim, yang membenarkan progres proyek tersebut. “Parit sudah selesai digali, dan gorong-gorong telah terpasang. Jika tidak ada kendala, Senin nanti kami lanjutkan dengan pemadatan, menunggu alat berat seperti grader atau vibro,” terang Salim.
Upaya perbaikan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satu tokoh masyarakat,Lamin, menyatakan rasa syukurnya atas respon cepat yang diberikan oleh pemerintah. “Kami sangat bersyukur karena pemerintah tanggap. Terima kasih khususnya kepada Pemerintah Kecamatan dan UPT PU yang langsung turun tangan,” ucapnya.
Pak Lamin juga menyoroti perkembangan proyek yang mulai terlihat di lapangan. “Sudah terlihat kemajuan, parit dan gorong-gorong sudah dipasang. Kami harap pelaksanaan berikutnya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap perbaikan jangka panjang . “Kalau nanti ada kerusakan lagi, lebih baik gorong-gorong diganti dengan box culvert. Dan kalau anggaran memungkinkan, jalan ini bisa ditingkatkan. Yang jadi masalah besar saat ini adalah jalan yang masih dikelola perusahaan,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Neny, tokoh masyarakat setempat, turut menyampaikan pandangan serupa. Ia mengaku bersyukur karena aspirasi warga soal perbaikan jalan dan drainase akhirnya mendapat perhatian.
“Alhamdulillah, semua permintaan kami diakomodir. Terima kasih atas perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Namun, Ibu Neny juga menginginkan pemerintah lebih proaktif. “Kami berharap ke depan pemerintah bisa lebih cepat tanggap. Jangan sampai masyarakat harus protes atau turun ke jalan dulu baru ada tindakan. Terutama dari pihak kelurahan, kami harap bisa lebih proaktif,” tegasnya. (Adv/*)












