Lomba Grebek Sahur Festival Ramadan Maluhu Menarik Banyak Peserta

Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro.

KALTIMTALK.COM – Lomba Grebek Sahur dalam Festival Ramadan ke-5 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, menjadi daya tarik utama. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, dengan peserta yang tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar daerah.

Semangat kebersamaan dan kreativitas menjadi ciri khas dalam perlombaan ini, yang membuat suasana sahur semakin meriah.

Festival yang diinisiasi oleh Karang Taruna Krida Mulya Maluhu ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk pelestarian tradisi dalam menyambut datangnya waktu sahur.

Para peserta nantinya akan menggunakan berbagai alat musik tradisional seperti rebana dan beduk, berkeliling kampung sambil meneriakkan yel-yel khas untuk membangunkan warga.

Kreativitas dan kekompakan menjadi aspek utama dalam penilaian, sehingga setiap kelompok berusaha menampilkan konsep yang unik dan menarik.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, mengatakan bahwa Grebek Sahur selalu menjadi salah satu perlombaan favorit dalam Festival Ramadan Maluhu.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menghidupkan suasana sahur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

“Peserta Grebek Sahur banyak yang berasal dari luar. Kebetulan, di Kecamatan Tenggarong, kami yang pertama kali mengadakannya tahun ini. Karena itu, animo peserta sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (06/03/2025) malam.

Tri juga menyampaikan bahwa keberhasilan festival ini tidak lepas dari dukungan penuh masyarakat Kelurahan Maluhu.

Menurutnya, warga Maluhu memiliki semangat gotong royong yang kuat, baik dalam hal persiapan, pendanaan, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan festival.

“Kekuatan utama masyarakat Maluhu adalah kekompakan warganya. Anggaran festival ini juga berasal dari gotong royong masyarakat, sementara dari kelurahan kami hanya memberikan dukungan pada beberapa aspek yang memungkinkan,” jelasnya.

Selain Grebek Sahur, Festival Ramadan Maluhu juga diramaikan dengan berbagai perlombaan keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan lomba habsi.

Namun, Grebek Sahur tetap menjadi favorit karena mampu menghadirkan nuansa kebersamaan dan semangat Ramadan yang lebih terasa.

Tri berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi kelurahan atau masjid lain di Tenggarong untuk mengadakan acara serupa.

“Setelah ini, mungkin akan ada kelurahan atau masjid lain yang menyelenggarakan acara serupa. Tapi karena kami yang pertama, alhamdulillah, pendaftaran untuk Grebek Sahur dan habsi sangat banyak,” pungkasnya. (Adv/wo)

Exit mobile version