Kelapa Jadi Andalan Anggana Kembangkan UMKM Hingga Target Ekspor
KALTIMTALK.COM – Dengan letak geografis yang sebagian besar berada di daerah pesisir pantai, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi alam yang melimpah, salah satunya adalah buah kelapa.
Potensi ini kini dimanfaatkan pemerintah kecamatan untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa menopang perekonomian warga.
Camat Anggana, Rendra Abadi, menilai hasil kelapa dari wilayah pesisir Anggana dapat diolah menjadi berbagai produk turunan dengan nilai jual tinggi.
Beberapa produk olahan kelapa yang dihasilkan di Anggana antara lain minyak kelapa untuk dikonsumsi, minyak urut, dan briket yang terbuat dari tempurung kelapa.
Dengan memaksimalkan sumber daya ini, diharapkan warga pesisir bisa meningkatkan pendapatan tanpa harus bergantung pada satu sektor mata pencaharian saja.
“Kami melihat potensi kelapa sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, kami fokus pada pengembangan produk berbasis kelapa seperti minyak kelapa, briket kelapa, dan produk lainnya,” ujar Rendra saat dihubungi pada Senin (21/7/2025).
Untuk mendukung rencana ini, pemerintah kecamatan kini tengah rutin mengadakan pelatihan, termasuk pelatihan ekspor.
Hal ini dilakukan agar produk turunan kelapa buatan warga bisa memenuhi permintaan pasar luar negeri dan punya daya saing.
“Beberapa waktu lalu, kami mengadakan pelatihan ekspor bagi para pelaku UMKM. Ini merupakan langkah awal kami untuk membuka peluang pasar global,” jelasnya.
Rendra menambahkan, selain pelatihan, pemerintah juga tengah menyiapkan sarana penunjang dan memperluas jalur distribusi.
Produk UMKM berbasis kelapa kini mulai dipasarkan ke toko-toko di Kukar dan perlahan diperkenalkan ke pembeli di luar daerah.
“Kami ingin produk-produk UMKM kami bisa diterima di pasar internasional. Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung hal ini,” tambahnya.
Upaya ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Banyak dari mereka kini terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk jadi.
“Dengan adanya pelatihan dan bantuan, banyak ibu rumah tangga yang kini berperan dalam peningkatan ekonomi keluarga,” tutupnya. (Adv/wo)
