KALTIMTALK.COM – Desa Margahayu yang terletak di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih mengandalkan sektor perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi warganya.
Dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa dan lebih dari 1.200 kepala keluarga, sebagian besar menggantungkan penghasilan pada kebun karet dan sawit yang tersebar di wilayah desa.
Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menjelaskan, terdapat sekitar 35 persen warga bekerja di sektor perkebunan.
Kebun karet mendominasi lahan warga sejak lama, meski kini banyak juga yang mulai membuka lahan sawit karena dinilai punya potensi pasar yang lebih menjanjikan.
“Perkebunan masih jadi penopang ekonomi warga kami. Kebanyakan masih kebun karet, tapi sudah banyak juga yang mulai menanam sawit supaya pendapatan lebih stabil,” kata Rusdi saat ditemui pada Kamis (17/7/2025).
Ia menyebutkan, luas lahan karet milik warga rata-rata seluas satu hingga tujuh hektare per kepala keluarga.
Dengan luas lahan tersebut, sebagian kelompok tani sudah mampu menghasilkan getah karet yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan dijual ke pabrik penampung di luar desa.
Namun, lanjut dia, jarak tempuh ke pabrik sering menjadi kendala karena biaya angkut hasil karet cukup tinggi.
Rusdi mengatakan pemerintah desa terus berupaya mencarikan solusi agar petani tidak terbebani biaya operasional yang besar hanya untuk pemasaran.
“Jarak pemasaran yang jauh kadang jadi tantangan, makanya kami ingin bantu petani supaya biaya angkutnya tidak terlalu membebani. Salah satunya lewat kerja sama BUMDes,” ujarnya.
Rusdi berharap potensi perkebunan di Margahayu tetap bisa dijaga dan dikembangkan agar tetap menjadi sumber pendapatan utama warga, terlebih lahan perkebunan merupakan warisan turun-temurun. (Adv/wo)
