KALTIMTALK.COM – Setelah lama terhenti akibat pandemi COVID-19, aktivitas di destinasi wisata agro yang berada di Dusun Marangan, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, kini mulai dibahas untuk dihidupkan kembali.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno. Ia mengatakan bahwa upaya untuk menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut tengah didiskusikan bersama warga dan pemuda setempat.
“Memang sejak COVID-19 muncul, aktivitas wisata di Dusun Marangan ini terhenti total. Hingga saat ini belum berjalan kembali,” ujar Sukirno saat di temui awak media pada Jumat (24/5/2025)
Namun, dia menegaskan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat tidak tinggal diam. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk kembali memanfaatkan potensi wisata yang ada di wilayah mereka.
“Kita coba lagi, kita komunikasi dengan seluruh keluarga besar masyarakat dan pemuda Loh Sumber yang ada untuk kembali memanfaatkan lokasi wisata yang ada, agar bisa dikembangkan kembali,” jelasnya.
Evaluasi terhadap pengelolaan sebelumnya juga menjadi salah satu langkah yang kini tengah dilakukan oleh pemerintah desa. Sukirno menyebut, pihaknya ingin belajar dari pengalaman masa lalu untuk membangun pengelolaan yang lebih baik ke depan.
“Kita coba kembali mengevaluasi yang kemarin. Kita akan coba bangkit kembali, dan ini lagi kami diskusikan bersama,” tambahnya.
Salah satu upaya yang sedang digalakkan adalah melalui peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang telah dibentuk di desa tersebut. Pokdarwis diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menghidupkan kembali objek wisata tersebut.
“Pokdarwis sudah ada, makanya kita coba lagi. Kita tawarkan kembali seperti seruan dari Plt Sekretaris Camat Loa Kulu tadi, bagaimana kita mengkonsep ulang, memprogram kembali, serta menentukan target-target ke depan agar bisa terlaksana,” ujarnya.
Sukirno menilai, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, akan sangat membantu upaya pengembangan kembali wisata agro ini. Ia optimistis bahwa jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, wisata Marangan akan kembali menarik minat pengunjung.
Melalui kolaborasi dengan Pokdarwis, pemerintah desa menargetkan agar destinasi ini bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“Melalui Pokdarwis ini, maka kami akan kembali memanfaatkan lokasi tersebut untuk kembali kami kembangkan sebagai objek wisata,” tegas Sukirno.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengembangan wisata akan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan potensi dan keterlibatan masyarakat setempat.
Pemerintah desa berkomitmen untuk terus berupaya agar destinasi wisata yang ada di wilayah mereka ini dapat dikembangkan dengan baik dan berkesinambungan.
“Kami ingin agar wisata di Desa Loh Sumber tidak hanya pulih, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat dan memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial,” pungkasnya.(Adv/hm)
