KALTIMTALK.COM – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar menjalin kerja sama strategis dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelatihan wasit sepak bola lisensi C3 . Program ini direncanakan akan digelar pada 20-27 April 2025 di Komplek Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.
Kegiatan pelatihan ini merupakan murni program dari Askab PSSI Kukar yang akan difasilitasi penuh oleh Dispora Kukar sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari kebijakan bersama dalam mengoptimalkan setiap kegiatan pembinaan olahraga di Kukar.
“Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Askab dan Dispora untuk mendukung pengembangan SDM olahraga, khususnya wasit,” ujarnya saat wawancara pada (20/4/2025).
Ia menyebut, rencana pelatihan tersebut akan melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Kukar. Masing-masing kecamatan akan diberikan kuota untuk mengirimkan dua orang perwakilan yang berminat mengikuti pelatihan ini.
Ali juga mengatakan bahwa kegiatan ini digelar secara gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Bahkan, surat pemberitahuan resmi sudah disampaikan ke seluruh kecamatan sebagai bentuk undangan dan pemberitahuan resmi.
“Pelatihan ini tidak dikenakan biaya. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat di tiap kecamatan agar bisa ikut serta dan mendapatkan ilmu kepelatihan wasit secara profesional,imbuhnya.
Program ini juga disebut sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga wasit dari luar daerah. Upaya mencetak wasit lokal bersertifikasi, Kukar diharapkan mampu mandiri dalam hal penyediaan SDM olahraga.
“Kita ingin kegiatan olahraga di Kukar berimbang. Jangan sampai ke depan kita kekurangan wasit atau pelatih. Kita ingin punya SDM sendiri yang mumpuni dan tersertifikasi,” tutur Ali.
Dia mengatakan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menghasilkan wasit-wasit lokal berkualitas yang nantinya dapat bertugas di berbagai even olahraga, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Selain itu, pelatihan ini juga akan memberikan pemahaman tentang aturan-aturan terbaru dalam dunia perwasitan, sehingga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat saat memimpin pertandingan.
“Dengan sertifikasi ini, kami harap para peserta bisa memaksimalkan kesempatan tersebut, memahami aturan-aturan baru, dan menerapkannya dengan baik dalam tugasnya nanti,” katanya.
Setiap kelas pelatihan akan diisi oleh 35 hingga 40 peserta, dan pelaksanaannya direncanakan berlangsung selama satu minggu, sesuai dengan standar nasional yang berlaku.
Namun demikian, jumlah peserta dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Penyesuaian ini dilakukan agar pelaksanaan tetap berjalan efektif dan efisien.
“Jadi kolaborasi yang erat antara pemerintah dan organisasi olahraga ini kita harapkan ada wasit kita yang dapat tampil tidak hanya di regional saja, tpi juga bisa ke nasional,” pungkasnya.(Adv/hm)
