Wisata Sumber Sari Terus Berkembang, Fasilitas dan Kunjungan Meningkat

Kades Sumber Sari, Sutarno saat wawancara pada Selasa 27 Mie 2025.

KALTIMTALK.COM – Pemerintah Desa Sumber Sari terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, saat wawancara pada Selasa (27/5/3025).

Menurut Sutarno, sejumlah fasilitas baru telah ditambahkan untuk mendukung kenyamanan wisatawan. Pada tahun 2024 lalu, desa mendapat bantuan sandbox berukuran besar dari Bupati Kukar Edi Damansyah. Fasilitas ini menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan.

Tahun ini, lanjut dia, pembangunan difokuskan pada area puncak Bukit Biru. Di lokasi tersebut kini telah dibangun fasilitas glamping (glamorous camping), lengkap dengan tenda-tenda yang siap digunakan oleh pengunjung.

“Ini bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan wisata. Tenda-tendanya sudah ada, dan Alhamdulillah, kunjungan wisata setiap tahun terus meningkat,” ujar Sutarno.

Selain di Bukit Biru, pengembangan juga dilakukan di sekitar embung. Fasilitas umum seperti WC telah dibangun dengan dukungan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Tak berhenti di situ, Sutarno menyebutkan bahwa tahun ini akan ada tambahan fasilitas lainnya yang dibangun. Pihak Dinas Pariwisata juga memberikan pendampingan sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata.

Untuk akses ke kawasan puncak, kini jalur kendaraan roda dua sudah bisa dilewati. Hal ini berkat pembongkaran pagar atau sekat di bagian tengah jalur, sehingga mempermudah arus transportasi menuju lokasi.

“Kita bersyukur, sekarang motor bisa naik sampai ke atas. Ini sangat membantu pengunjung, terutama saat ada aktifitas bagi pengunjung,” kata Sutarno.

Desa juga telah menyiapkan berbagai paket wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Paket ini mencakup wisata agro seperti panen dan tanam sayuran, serta pengolahan lahan pertanian.

Mahasiswa seringkali menjadi pengunjung yang antusias mengikuti paket edukatif ini. Tak hanya bertani, mereka juga diperkenalkan pada cara budidaya ikan dan kegiatan produktif lainnya di desa.

“Paket ini memang banyak diminati. Mahasiswa biasanya penasaran bagaimana proses budidaya ikan dan pengolahan sayur,” jelas Sutarno.

Kolaborasi antara Pokdarwis dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga terus diperkuat. Telah dilakukan nota kesepahaman (MoU) untuk mengelola sektor wisata secara bersama.

Dukungan dari pemerintah daerah dinilai sangat luar biasa. Tahun ini, pengembangan wisata akan mendapatkan pendampingan dari Politeknik Negeri Samarinda, yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten.

Sutarno berharap, berbagai upaya ini bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata lokal.

“Mudahan pengembang ini pendapatan asli desa dari sektor wisata mulai dapat dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.(Adv/hm)

Exit mobile version