PENAJAM – Akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu menjadi perhatian dalam persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Calon peserta didik dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 akan diprioritaskan dalam proses penerimaan siswa.
Meski demikian, tahapan pendataan dan penerimaan siswa belum dimulai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU masih berfokus melengkapi persyaratan administratif dan teknis sebelum pembangunan fisik sekolah dilaksanakan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie, menjelaskan bahwa proses penerimaan siswa akan dilakukan setelah pembangunan fisik mulai berjalan. Tahapan tersebut diawali dengan pendataan calon peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat.
“Saat ini kita belum sampai pada tahapan penerimaan siswa, masih dalam proses persiapan pembangunan. Nanti jika pembangunan fisik sudah berjalan, baru kita bergeser ke tahap pendataan dan penerimaan, mulai dari data Desil 1 dan Desil 2, kemudian kita sosialisasikan dan undang calon peserta didik yang berhak,” jelasnya.
Sebelum memasuki tahap pembangunan, Dinsos PPU masih melengkapi sejumlah dokumen lingkungan dan teknis, termasuk Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Andalalin) serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Dalam pembahasan Andalalin, terdapat sejumlah masukan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, terutama mengenai kelengkapan rambu lalu lintas dan penyesuaian lebar jalan akses menuju lokasi sekolah.
Ainie mengatakan, masukan dari tim penilai tersebut segera ditindaklanjuti agar persyaratan pembangunan dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
“Dalam waktu tujuh hari kalender, catatan masukan dari tim penilai akan segera kita lengkapi,” katanya.
Selain kelengkapan dokumen, aksesibilitas menuju lokasi sekolah juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Jalan dari poros menuju kawasan pembangunan yang berada tidak jauh dari Kampung Inggris, Kelurahan Lawe-lawe, direncanakan akan diaspal untuk mendukung akses menuju sekolah.
Pembangunan Sekolah Rakyat di PPU ditargetkan rampung pada Agustus atau September 2027. Setelah pembangunan fisik berjalan, pemerintah daerah akan melanjutkan persiapan pendataan dan penerimaan calon siswa dengan mengutamakan keluarga yang memenuhi kriteria prioritas. (Adv)
