Anggaran Revitalisasi Sekolah di PPU Tembus Rp27 Miliar, 60 Sekolah Mulai Berbenah

PENAJAM – Perbaikan fasilitas pendidikan menjadi salah satu upaya untuk menunjang kualitas pembelajaran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat, sebanyak 60 satuan pendidikan di daerah tersebut menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp27 miliar.

Program yang dikelola melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU itu mencakup rehabilitasi bangunan sekolah hingga pembangunan fasilitas baru. Seluruh sekolah penerima bantuan saat ini telah memasuki tahap pengerjaan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan penerima bantuan terdiri atas 42 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), 10 sekolah dasar (SD), dan delapan sekolah menengah pertama (SMP).

Menurutnya, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga pemenuhan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Pekerjaan rehabilitasi meliputi ruang kelas, ruang kantor, perpustakaan, dan toilet. Sementara itu, pembangunan fasilitas baru mencakup ruang kelas, kantor, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet, area bermain, hingga ruang komputer.

“Alokasi anggaran yang ditransfer oleh kementerian itu langsung ke rekening sekolah. Masing-masing sekolah yang melaksanakan kegiatannya,” kata Ricci.

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menyebut jumlah kegiatan revitalisasi sekolah tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai memberikan dukungan lebih besar terhadap upaya pembenahan fasilitas pendidikan di PPU.

“Kalau tahun lalu ada 28 revitalisasi di Kabupaten PPU, saat ini lebih dari 70, jadi sangat membantu dengan program revitalisasi ini,” ujarnya.

Meski demikian, dukungan revitalisasi tersebut belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan sekolah. Sejumlah satuan pendidikan masih menunggu kepastian bantuan, terutama untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dasar yang belum tersedia secara memadai.

Karena itu, Disdikpora PPU juga melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang masih kekurangan sarana pembelajaran, termasuk meja dan kursi. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya memetakan kebutuhan agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing sekolah.

“Kami sudah meminta bagian sarana dan prasarana untuk mendata semua sekolah yang kebutuhan dasarnya belum lengkap,” tutupnya. (Adv)

Exit mobile version