OIKN Buka Peluang Kolaborasi, HIPMI PPU Siap Ambil Peran

Nusantara – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pertemuan dengan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk membahas peluang dan tantangan yang dihadapi para pengusaha muda di Kalimantan Timur. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada peningkatan peran pelaku usaha lokal dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis Hidayat Sumadilaga, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan IKN merupakan proyek nasional yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pengusaha muda. Ia menyampaikan bahwa OIKN membuka diri seluas-luasnya bagi pihak swasta, terutama generasi muda, untuk ikut serta dalam proses pembangunan dan pengembangan ekonomi di kawasan ibu kota Nusantara.

“Ibu kota ini dibuat untuk kalian semua. Kami berharap HIPMI dan para pengusaha muda tidak hanya memandang IKN untuk kepentingan saat ini, tetapi juga sebagai bagian dari masa depan Indonesia di Kalimantan Timur,” ujar Danis.

Pertemuan tersebut juga menjadi sarana bagi HIPMI PPU untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan terkait potensi keterlibatan pengusaha muda lokal dalam berbagai sektor pembangunan IKN, mulai dari jasa konstruksi, penyediaan barang, hingga sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Ketua HIPMI PPU, Hasrul, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan OIKN yang memberikan ruang luas bagi pengusaha muda daerah. Ia menegaskan bahwa HIPMI PPU siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan partisipasi generasi muda untuk berkontribusi nyata di IKN.

“Kami sangat gembira dengan berbagai peluang yang disajikan OIKN. HIPMI PPU akan menjadi wadah bagi pengusaha muda dan UMKM untuk terlibat aktif serta serius dalam mengelola dan memanfaatkan potensi bisnis di IKN,” kata Hasrul.

Melalui pertemuan ini, HIPMI PPU berharap dapat memperkuat kerja sama dengan OIKN dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif, sehingga pengusaha muda lokal mampu menjadi bagian penting dari pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Exit mobile version