PENAJAM – Wakil Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Indrayani, memberikan pelatihan teknis kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan UMKM Tahun Anggaran 2025.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU ini berlangsung pada Kamis, 20 Maret 2025, di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU dan diikuti oleh 40 pelaku usaha kuliner.
Dalam pelatihan ini, Indrayani menyoroti kemudahan akses permodalan yang kini tersedia bagi pelaku usaha, terutama dalam memperoleh bantuan dari pemerintah. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM harus lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnis mereka.
“Saat ini, akses permodalan semakin mudah. Pelaku usaha harus mulai berpikir strategis tentang bagaimana memperoleh bantuan keuangan yang tersedia dari pemerintah agar usaha mereka dapat berkembang lebih cepat,” ujar Indrayani.
Selain aspek keuangan, Indrayani juga menggarisbawahi pentingnya branding bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang kurang konsisten dalam membangun identitas produk mereka, sehingga sulit untuk menarik perhatian konsumen secara luas.
“Branding adalah kunci bagi UMKM agar bisa bertahan dan berkembang. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang belum konsisten dalam mempertahankan kualitas dan identitas produk mereka. Hal ini menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi,” jelasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di PPU semakin memahami pentingnya akses permodalan dan branding untuk meningkatkan daya saing usaha mereka. PKK PPU bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM agar dapat tumbuh dan beradaptasi dengan tuntutan pasar yang terus berkembang. (Adv/DiskominfoPPU)
