PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menyambut positif penerapan aplikasi Skul.id, yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Aplikasi ini juga memberikan solusi untuk sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan anggaran, karena dapat digunakan secara gratis.
Kepala Dinas Pendidikan PPU, Andi Singkeru, menjelaskan bahwa aplikasi Skul.id memiliki fitur unggulan yang memungkinkan orang tua untuk memantau nilai akademik anak-anak mereka secara real time melalui E-Raport. Ini adalah langkah penting dalam mendorong transparansi dan komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan pihak sekolah.
“Dengan adanya aplikasi ini, orang tua tidak perlu menunggu laporan hasil belajar anak. Mereka bisa langsung melihat nilai anak dan memberikan dukungan yang lebih cepat, terutama jika ada permasalahan dengan nilai akademik,” ujar Andi Singkeru dalam acara sosialisasi aplikasi Skul.id yang berlangsung di Aula Kantor Bupati PPU, Rabu (6/11).
Aplikasi ini juga diharapkan mampu menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang terbatas dari segi pendanaan. Dengan tidak adanya biaya berlangganan, aplikasi ini memberi peluang kepada sekolah-sekolah di wilayah PPU untuk tetap menggunakan teknologi dalam proses pendidikan meskipun anggaran mereka terbatas.
“Kami sangat mengapresiasi adanya inisiatif ini, yang memungkinkan sekolah-sekolah di daerah kami untuk tetap terhubung dengan orang tua tanpa harus terbebani biaya yang tinggi,” tambah Andi.
Dalam acara sosialisasi tersebut, Andi juga mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh perwakilan sekolah-sekolah, termasuk dari SMA dan SMK yang tidak berada di bawah naungan Disdikpora PPU. “Antusiasme ini luar biasa, sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk. Kami akan melaporkan dukungan besar ini kepada PJ Bupati sebagai tanda positif terhadap upaya digitalisasi pendidikan di PPU,” ungkapnya.
Namun, di balik keberhasilan program ini, Andi mengingatkan tantangan besar yang harus dihadapi dalam penerapan digitalisasi pendidikan, terutama terkait dengan masalah **akses internet** di daerah-daerah terpencil yang masih minim jaringan.
“Jaringan internet menjadi hambatan utama bagi penerapan teknologi digital di pendidikan. Kami berharap penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkom dapat mempercepat pembangunan infrastruktur internet di daerah-daerah yang belum terjangkau,” harapnya.
Andi berharap dengan adanya dukungan dari sektor telekomunikasi dan pihak terkait lainnya, masyarakat, termasuk pelajar di PPU, dapat merasakan manfaat penuh dari digitalisasi pendidikan. “Kami ingin agar semua lapisan masyarakat, terutama para pelajar, bisa merasakan manfaat teknologi digital dalam pendidikan,” tutupnya. (Adv/DiskominfoPPU)
