PENAJAM – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, mengajak pemuda untuk melihat prospek besar di sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi daerah, namun sering kali dianggap sebelah mata oleh generasi muda yang lebih cenderung memilih profesi seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau anggota TNI/Polri. Bijak berharap, dengan adanya kesadaran akan pentingnya sektor ini, semakin banyak pemuda yang tertarik untuk berkarier di dunia pertanian dan perikanan.
“Generasi muda perlu menyadari bahwa kriteria untuk menjadi TNI atau Polri sangat terbatas dari sisi kuota dan kualifikasi. Padahal, masih banyak profesi lain yang tak kalah penting dalam menopang roda ekonomi daerah, seperti petani dan nelayan,” ujar Bijak dalam wawancara dengan awak media, Rabu (7/11).
Dalam wawancara tersebut, Bijak menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan sering kali dipandang sebelah mata, meskipun keduanya merupakan sektor yang sangat vital bagi perekonomian daerah. Oleh karena itu, ia menilai pentingnya upaya bersama dari pemerintah dan DPRD untuk meningkatkan minat generasi muda dalam terjun ke sektor-sektor ini.
“Petani dan nelayan sering dianggap sebelah mata, padahal mereka adalah pilar utama ekonomi kita,” tambahnya.
Kehadiran IKN yang baru, lanjut Bijak, menambah tantangan bagi daerah. Banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terfokus pada cita-cita menjadi pegawai di IKN, meskipun kapasitas dan pengalaman mereka belum mencukupi. Padahal, kebutuhan pangan di IKN akan sangat besar dan mendesak.
“Sekarang ini, Kabupaten Penajam Paser Utara masih bergantung pada pasokan luar, seperti ayam dari Banjarmasin dan beras dari Sulawesi Selatan. Jika masyarakat kita bisa memproduksi sendiri, ketergantungan ini bisa berkurang,” tutur Bijak.
Bijak berharap pergeseran paradigma bisa terjadi, di mana generasi muda mulai melihat sektor pertanian dan perikanan sebagai profesi yang tidak hanya relevan, tetapi juga sangat penting dalam memastikan ketahanan pangan, baik di Kabupaten PPU maupun di IKN.
“Ini menjadi tugas kita ke depan, untuk mendorong semangat generasi muda, khususnya petani muda yang bisa memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, sektor ini bisa terus berkembang dan menjadi penopang ketahanan pangan di wilayah kita,” pungkasnya. (ADV/DPRD PPU)
