Festival Belian Adat Paser Nondoi 2024 Siap Digelar , Wujudkan Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Lembaga Adat Paser (LAP) akan menggelar Festival Belian Adat Paser Nondoi ke-14 di Rumah Adat Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Festival ini akan berlangsung dari tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2024.

Festival yang mengangkat tradisi adat Paser ini juga menjadi salah satu bagian dari Kharisma Event Nasional, sebuah agenda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar PPU, Christian Nur Selamat, menjelaskan bahwa Festival Belian Adat Paser Nondoi telah rutin diselenggarakan sejak 2011 dan menjadi kegiatan tahunan yang sangat penting dalam upaya melestarikan budaya suku Paser.

“Festival ini tidak hanya sebagai ajang pelestarian tradisi, tetapi juga telah diakui sebagai bagian dari kalender pariwisata nasional,” kata Christian, Jumat (18/10/2024).

Festival yang berlangsung selama enam hari ini akan menyuguhkan beragam acara yang dimulai sejak pagi hingga malam hari. Salah satu acara khasnya adalah ritual adat pembersihan kampung yang digelar mulai pukul 23.00 Wita hingga dini hari. Ritual ini diyakini dapat membawa harmoni dan keselamatan bagi masyarakat setempat.

Tahun ini, festival juga akan menyediakan stand khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM lokal serta memperkenalkan produk kuliner tradisional dan kerajinan lokal kepada pengunjung.

“Para pelaku UMKM akan meramaikan festival ini dengan berbagai produk kuliner khas dan hasil kerajinan lokal, yang sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif dalam acara ini,” ujar Christian.

Festival Belian Adat Paser Nondoi 2024 diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Paser sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati dan melestarikan tradisi lokal. (Adv/Diskominfoppu)

Exit mobile version